Hidayatullah.com–Ribuan orang menyemut di Lapangan Tahrir di kota Kairo untuk melakukan unjuk rasa terhadap militer yang menguasai pemerintahan pasca-Mubarak.
Para pendemo itu menamai aksi yang digelar hari Jum’at (27/5) itu sebagai “revolusi kedua” dan menuntut militer mempercepat proses reformasi demokrasi di Mesir.
Seorang tokoh reformasi yang juga pemenang hadiah Nobel, Muhammad El-Baradei, mengatakan bahwa dirinya “sangat khawatir dengan ketidakhadiran pasukan keamanan.”
Dewan Angkatan Bersenjata yang memerintah Mesir sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan adanya unsur-unsur yang akan berusaha membuat kerusuhan dalam aksi protes Jum’at itu.
Militer juga menegaskan bahwa mereka akan menjauh dari area demonstrasi guna menghindari terjadinya gesekan dengan para pengunjuk rasa.*
Keterangan foto: Pengunjuk rasa melakukan shalat Jum’at di Lapangan Tahrir 27 Mei 2011.[rtr]