Hidayatullah.com—Kepala pemerintahan Palestina di Jalur Gaza Ismail Haniyah hari Kamis (9/8/2012) mendesak Mesir untuk membuka pintu perbatasan yang ditutup menyusul terjadinya penembakan atas penjaga perbatasan Mesir hari Ahad lalu.
Haniyah berjanji akan mendukung Mesir dalam penyelidikan terhadap serangan terbesar atas militer Mesir di Sinai dalam kurun hampir 40 tahun terakhir itu.
“Pada saat yang sama saya menyeru kepada saudara saya, Presiden Mesir Muhammad Mursy, untuk membuka pintu perbatasan Rafah guna mengembalikan kehidupan di Gaza,” kata Haniyah saat buka puasa bersama, sebagaimana dikutip Maan.
Haniyah mengatakan, yang bisa ditawarkan Palestina kepada Mesir adalah stabilitas. Ia menambahkan, pihak yang melakukan serangan itu berkonspirasi untuk memperketat blokade atas Jalur Gaza oleh Zionis Israel.
Hingga saat ini belum ada pihak-pihak yang mengaku bertanggungjawab atas serangan yang menewaskan 16 tentara perbatasan Mesir dan melukai sejumlah orang lainnya itu.
Para pejabat Mesir sebelumnya menuding kelompok bersenjata di Gaza terlibat dalam serangan di Sinai tersebut.
Namun tuduhan itu ditampik oleh Haniyah, dengan mengatakan pihak yang paling diuntungkan dengan peristiwa itu adalah Zionis Israel.
Haniyah menegaskan bahwa Gaza tidak teribat dalam serangan berdarah itu, dan berdasarkan penyelidikan yang dilakukannya sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan warga Palestina di Gaza terlibat dalam serangan brutal tersebut.*