Hidayatullah.com–Pada 8 Mei, utusan AS untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt menegaskan bahwa Semenanjung Sinai di Mesir bukan bagian dari rencana ‘Perjanjian Abad Ini’.
Sesuai keputusan, pasca Ramadhan ini Washington akan mengumumkan detil rencananya yang diberi nama “shafqah al-qarn“, yang isinya memaksa Palestina untuk membuat konsesi yang tidak adil bagi ‘Israel’ (dengan bantuan persetujuan negara-negara Arab).
Dalam akun twitternya dia menyatakan: “Anehnya saya masih mendengar laporan tentang itu. Laporan rencana kami bahwa kami akan memberikan bagian dari Sinai ke Gaza. Itu salah! Tolong jangan percaya semua yang Anda baca. Mengejutkan sekaligus menyedihkan melihat bagaimana orang yang tidak tahu apa yang direncanakan lalu membuat hoaks dan mempublikasikannya.” (akumulasi dari beberapa komentarnya)
Surat kabar milik pemerintah “Israel al-Yaum” hari Selasa mempublikasikan teks sebuah dokumen yang menyebutkan bahwa ia beredar di Kemenlu “Israel” seputar bagian-bagian rencana AS dalam menyelesaikan (masalah) Palestina dan ‘Israel’.
Bagian-bagian tersebut kurang lebih menyebutkan bahwa Mesir akan sewakan tanah baru ke Palestina untuk pembangunan bandara, pabrik, sektor perdagangan, dan pertanian tapi bukan untuk tempat tinggal. Adapun terkait ukuran lahan dan harganya akan ditentukan melalui mediasi negara-negara pendukung.*/Ulfa