Hidayatullah.com- Pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, Palestina sudah di penghujung proyek. Pembangunan tersebut telah memasuki tahap kedua, berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical).
Seluruh proses pembangunan Tahap 2 RS Indonesia akan dikerjakan dan diawasi oleh putra-putra bangsa Indonesia. Mereka tergabung dalam Divisi Konstruksi Medical Emergency Rescue Committe (MER-C). Demikian siaran pers MER-C yang diterima hidayatullah.com, Senin (22/10/2012).
“Relawan yang akan bertugas di Gaza untuk setidaknya 1 tahun ke depan,” tulis MER-C.
Seperti diketahui, MER-C memberangkatkan 27 relawan ke Kairo, Mesir dari Jakarta pada Ahad (21/10), untuk kemudian masuk ke Gaza melalui Perbatasan Rafah. Keberangkatan tim yang terdiri dari dokter, insinyur serta tenaga teknis itu guna melanjutkan pembangunan RS Indonesia.
“Selain relawan, sejumlah awak media juga turut dalam perjalanan. Sehingga total jumlah tim adalah 33 orang,” tulis MER-C.
Lembaga kemanusiaan tersebut merilis, keberangkatan kali ini adalah yang terbesar dari keberangkatan MER-C sebelumnya. Sebagian besar relawan akan menetap dan bertugas di Gaza sampai pembangunan RS Indonesia selesai.
“Hingga kini, donasi yang sudah terkumpul (dari masyarakat Indonesia) mencapai Rp 25 Milyar dari Rp 30 Milyar yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik rumah sakit,” jelas MER-C.
Tim tersebut nantinya juga akan bersilaturahim dengan para pejabat Pemerintah Palestina. Mereka akan menyampaikan rencana pembangunan Tahap 2 dan progress pembangunan RS Indonesia.
“(Ini) sebagai bukti kepedulian dan persahabatan antara rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina,” demikian oleh MER-C.*