Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Diskusi tentang Syiah di IAIN Sunan Ampel Berakhir Ricuh

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 22 Oktober 2012 21:07
Bagikan
Kampus IAIN Sunan Ampel Surabaya
Bagikan

Hidayatullah.com–Sebuah diskusi publik yang bertema “Aliran-aliran dalam Islam; Haruskah Syiah Ditolak?” yang digelar di IAIN Sunan Ampel Surabaya berakhir ricuh. Acara yang berlangsung pada Senin, 22 Oktober 2012 tersebut mendatangkan empat pembicara, di antaranya: Emha Ainun Najib (Budayawan), Prof. Dr Syamsul Arifin (Sosiolog UMM yang juga tokoh Muhammadiyah), Drs. Agus Sunyoto, M.Pd, dan Dr. Umar Syihab (Ketua Dewan Ahlul Bait Indonesia).

Acara tersebut cukup banyak menarik perhatian mahasiswa dan masyarakat dari luar IAIN Surabaya, hingga memadati Aula Fakultas Ushuluddin. Bahkan sejumlah penganut Syiah pun turut hadir. Hanya saja, pembicara dari Ahlul Bait Indonesia (ABI) batal tampil setibanya di kampus IAIN Surabaya. Belakangan diketahui bahwa ketidakhadiran Umar Shihab karena ada keberatan pihak aparat.

Habib Ahmad Zein al-Kaff, yang merupakan anggota Syuriah PWNU Jatim dan Ketua Yayasan Al-Bayyinat mengaku telah melapor acara ini ke Polda Jatim agar dibubarkan. Alasannya, mengacu Fatwa MUI Jawa Timur dan nomor 55 tahun 2012.

“Saya tadi minta acara seminar tentang Syiah agar dihentikan dan dibubarkan. Ini karena sudah ada fatwa MUI Jatim yang menyatakan ajaran Syiah sesat dan didukung Pergub Jatim yang melarang aliran-aliran sesat berkembang di Jatim. Tadi Umar Shihab dari ABI ketemu saya langsung lari,” jelasnya

Berdasarkan jalannya acara, dialog publik tersebut jauh dari harapan sesuai tema yang diusung, sebab para pembicara tidak memberikan kesimpulan yang jelas dan cenderung mengaburkan pemahaman lebih dari 300 peserta yang hadir.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Jumpa Fans

Diawali oleh Emha Ainun Najib yang memaparkan tentang khilafiyah (perbedaan) dalam Islam. Ia nampaknya ia mengambil “jalan aman” dengan bersikap skeptis. Namun demikian, mendengar pemaparannya tentang khilafiyah tersebut, Emha yang kerap dijululuki pers “Kiai Mbeling” mengesankan bahwa perbedaan Sunni-Syiah tidak berbeda sebagaimana NU-Muhammadiyah, sebagaimana sebelumnya ia banyak membicarakan kasus perbedaan antara NU dengan Muhammadiyah.

Selajutnya Agus Sunyoto membawakan pemaparan yang memuat pesan di dalamnya bahwa, umat Muslim harus mewaspadai setiap peristiwa yang ada, sebab boleh jadi merupakan konspirasi Yahudi dalam memecah belah umat Islam.

Terakhir, Syamsul Arif, dosen Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melakukan riset sosiologi tentang Syiah di Madura ini, menyampaikan bahwa perbedaan antara Sunni dengan Syiah hanyalah perkara sosial dan bukan perkara agama.

Sebagaimana telah disinggung, acara diskusi publik tersebut kurang menyentuh tema dan terkesan hanya menjadi semacam acara hiburan atau “jumpa fans” dengan Emha Ainun Najib. Hingga salah seorang panitia pun merasa gerah dengan mendesak pembicara untuk menyatakan kejelasan kesimpulan. Alih-alih bersikap tegas dalam berkesimpulan, Emha justru sempat menghardik seorang penanya lainnya, yang sebelumnya beropini bahwa pemahaman Syiah jauh berbeda dari Ahlus Sunnah.

Dengan nada tinggi Emha berkata, “Saya bukan MUI. Saya tidak mengerti Hadis! Makanya tidak mau mengeluarkan fatwa.”

Alhasil sampai sesi tanya jawab telah selesai, acara diskusi publik berakhir dengan antiklimaks. Namun sebelum acara ditutup dengan doa, Habib Ahmad Zein al-Kaff yang datang lebih awal dan duduk di kursi paling depan, meminta kesempatan bicara kepada panitia.

Sambil berdiri di depan, dengan ia memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwa Syiah telah menyimpang. Seketika itu forum menjadi bergemuruh, kemudian berubah menjadi ricuh setelah peserta yang sebagian besar aktivis liberal dan Syiah merasa berang.

Di tempat duduk bagian belakang –rombongan Syiah yang datang dari luar IAIN Surabaya- meneriakkan sebuah komando, “Ya Hussein.. Ya Hussein!”

Kericuhan tersebut segera diredakan. Habib Ahmad Zein dikawal beberapa orang untuk meninggalkan tempat acara menuju mobilnya. Sebelumnya Habib Ahmad Zein meninggalkan kampus IAIN Surabaya, beliau menitipkan sebuah buku untuk disampaikan kepada Emha Ainun Najib seraya berpesan, “Kita harus membela Agama kita. Mereka telah menghina Agama kita.” */Kiriman Ahsan Hakim, dari komunitas Underground Tauhid

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migratesyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembangunan RS Indonesia di Gaza Masuk Tahap Akhir
Tulisan selanjutnya Beirut Turunkan Tentara Atasi Bentrokan Muslim-Syiah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?