Hidayatullah.com | Sahabatalaqsha.com–Sejumlah sumber intelijen mengungkapkan bahwa Amerika Serikat (AS) memberikan kontrak senilai US$10 juta kepada perusahaan Raytheon Technologies untuk mendeteksi keberadaan terowongan-terowongan di bawah perbatasan Mesir-Jalur Gaza. Terowongan-terowongan yang untuk mengirimkan barang-barang keperluan vital warga Jalur Gaza ini kini dihancurkan oleh rezim militer Mesir.
Seperti dikutip dari kantor berita Alray, kerja sama antara Mesir dan AS sudah dimulai sejak 2007 namun program pendeteksian terowongan itu dihentikan ketika masa pemerintahan Presiden Mesir terpilih, Muhammad Mursi. “Ketika rezim militer Mesir yang bertentangan dengan pemerintahan Hamas di Gaza mengambil alih kekuasaan Mesir, kesepakatan dengan AS itu dilanjutkan kembali,” ujar sumber itu.
Tahun 2008, lanjut sumber itu, AS memasok Mesir peralatan senilai US$23 juta untuk mendeteksi keberadaan terowongan. Peralatan ini termasuk alat sensor, kendaraan yang dikendalikan jarak jauh, mesin penggali dan kamera infra merah.*