Hidayatullah.com–Pimpinan senior Hamas, Dr. Khalil Hayyah menegaskan kembali komitmen gerakannya membebaskan seluruh tanah Palestina dari laut hingga sungai dan tidak akan mundur dan kompromi meski hanya sejengkal.
Hal itu disampaikan kemarin Kamis dalam acara pelepasan syuhada al-Qassam yang gugur dalam operasi terowongan Khan Yunis di selatan Jalur Gaza yang diikuti oleh wakil ketua biro politik Hamas dan PM Palestina Ismail Haniyah dengan dihadiri oleh sejumlah pimpinan Hamas di Jalur Gaza.
“Operasi itu ingin mengatakan kepada dunia dan yahudi, bahwa jalan perjuangan Palestina akan berlanjut dengan pengorbanan jasad tercabik dan darah yang mengalir serta dengan kesabaran,” ujar Hayyah dikutip Pusat Informasi Palestina (PIC).
Ia menambahkan, jalan perjuangan ini ingin mengatakan kepada zionis bahwa tidak ada tempat bagi kalian di Palestina, meskipun ada ribuan tanda tangan mendukung kalian. Kami akan mengusir kalian dan memerangi kalian, kami yang akan membunuh kalian atau mengeluarkan kalian dari Palestina dengan terhina, tegas Hayyah.
Al-Hayyah juga menyampaikan kepada pejuang perlawanan di Tepi Barat agar melanjutkan jalan jihad untuk mengusir penjajah zionis.
Segel Yayasan al Quds
Sementara itu, hari Kamis (08/11/2013), Zionis menyegel dua yayasan di Palestina. Dua yayasan yang disegel adalah kantor Yayasan Pemakmuran Al-Aqsha dan Tempat Suci di Al-Quds dan kota Nashirah di wilayah Palestina jajahan 48 dan kantor Yayasan Al-Quds untuk Pengembangan di kampung Bethanina.
Pasukan Israel menempel berkas keputusan penyegelan di pintu yayasan itu sampai tanggal 27 Oktober 2014 tanpa disampaikan penyebabnya.
Berdasarkan sejumlah sumber, pasukan penjajah zionis menyegel yayasan itu selama setahun penuh untuk Yayasan Pemakmuran Al-Aqsha di jalan Shalahuddin di Al-Quds dan Yayasan Al-Quddas untuk Pengembangan di utara kota Al-Quds.
Sumber-sumber menambahkan, polisi penjajah zionis menggeledah kantor yayasan Al-Aqsha di kota Nashirah dan pegawainya dikosongkan. Semua peralatan komputer disita.*