Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Menjadi Wanita Palestina Berarti Kamu Harus Siap…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2014 10:19 10:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Agustus 2014 10:19
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Tinggal di tengah peperangan, dengan seorang anak yang masih dalam kandungan dan dikelilingi oleh kematian. Hidup dengan ketakutan yang berputar di pikiran. Bahwa rumahmu tidak aman, anakmu tak berhenti menangis dan berteriak, serta mengetahui bahwa setiap detik bisa saja melahirkan anak tanpa siapapun di sampingmu; tidak ada ibu, keluarga, teman, atau dokter.

Berlari lebih dari tiga kilometer dalam kegelapan, di antara roket dan pecahan peluru yang menerangi malam dengan tembakan, menghirup aroma kehancuran setiap hari, rumah-rumah hancur menyatu dengan tanah, semua pohon tumbang, kamu menangis dan menangis karena tak tahu lagi apa yang akan kamu katakan kepada anak-anak.

Reham Shiekh Al-Eid, hanyalah salah satu contoh wanita Palestina yang merasakan hal tersebut. Wanita hamil yang berusia 27 tahun itu tinggal di Zalata, Timur Rafah. Umur kehamilannya sudah dalam bulan terakhir, ketika ia berusaha mengungsi ke Sekolah Al-Awda bersama suami, kedua anaknya, dan beberapa tetangga.

“Saat itu hampir fajar, tapi langit terang oleh cahaya-cahaya kematian roket tentara penjajah ‘Israel’. Walaupun kaki suami (Ayman Shiekh Al-Eid) saya terluka parah, ia tetap berlari membawa putri kedua kami. Kami terus berlari sambil berteriak dan menangis sampai akhirnya kami berhasil tiba di Sekolah Al-Awda,” tutur Reham. Ia berlari dari rumah tanpa membawa uang dan pakaian.

Kemudian Reham merasakan sakit yang luar biasa dalam perutnya. Ia pun dilarikan ke rumah sakit terdekat dan melahirkan anaknya, Muhammad Shiekh Al-Eid. Ia kekurangan banyak darah sehingga harus tinggal di rumah sakit selama satu hari. Keesokan pagi, Reham kembali ke tempat penampungan tanpa membawa apapun untuk anaknya yang baru lahir.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Saya bahkan tidak punya baju untuk anak saya yang baru lahir. Beruntungnya, mereka (pihak tempat penampungan-red) memberi kami beberapa perlengkapan dasar untuk bayi, popok, dan beberapa helai baju.”

Kelahiran Muhammad Shiekh Al Eid adalah simbol harapan dalam keadaan yang sulit. Antarakematian dan kehancuran, kegembiraan datang sebagai seberkas cahaya bagi mereka yang diingatkan kematian detik demi detik.Pengingat bahwa hidup terus berjalan.* [Mondoweiss|Sahabat Al-Aqsha]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saksi Al-Ikhwan Hanya Bicara kepada HRW Tidak ke Komite Pemerintah Soal Rabaa
Tulisan selanjutnya Sang Titipan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?