Hidayatullah.com— Wakil Ketua Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam/Harakah Muqawamah Al-Islamiyyah (HAMAS), Ismail Haniyah menegaskan sikap gerakanya yang tak mengkhawatirkan Pemilu dengan segala macam bentuknya.
Ia menyerukan setiap anak bangsa untuk mengutamakan kepentingan nasional dan menghentikan perpecahan.
Dalam pidatonya di Gaza, Kamis (19/03/2015) Haniya juga menanggapi kemenangan Benyamin Netanyahu dalam Pemilu zionis-israel kemarin.
Ismail Haniyah menegaskan gerakannya tidak kaget dengan kemenangan Partai Likud akibat karakter keagamaan dan politik entitas zionis–srael yang membawa misi permusuhan kepada bangsa Palestina.
Dikutip PIC, Haniya mengisyaratkan, siapapun yang menggantungkan nasibnya pada zionis maka ia telah menggadaikan kehancuran.
Menurutnya, selama 20 tahun lebih usia perundingan dengan penjajah Israel, hasilnya seperti pernyataan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu terbaru, bahwa tidak akan ada negara Palestina dan tidak ada perundingan.
Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan jaringan berita NBC Benyamin Nentanyahu mengatakan, “tidak akan berdiri negara Palestina dalam masaku.”
Dalam wawancara perdananya pasca kemenanganya dalam Pemilu israel, Benyamin Netanyahu bahkan minta Mahmud Abbas memutuskan hubungan dengan Hamas.*