Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Karena Bela Kehormatan Sang Istri, Zionis Justru Minta Menahan Syeikh Shalah Dalam Waktu Lama

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 April 2015 16:47 4:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 April 2015 16:47
Bagikan
Syeikh Raid Salah di Kapal Mavi Marmara Mei 2010 beberapa hari sebelum diserang angkatan laut zionis.
Bagikan

Hidayatullah.com–Pengadilan Negeri zionis – israel di Al-Quds dalam sidang hari Ahad (19/04/2015) memutuskan untuk mengeluarkan vonisnya kemudian dan akan dikirim melalui pos, setelah menyidangkan kasus bernama “Gerbang Karamah” atas Syeikh Raid Shalah.

Syeikh Raid Salah, Pemimpin Gerakan Islam di Palestina yang terjajah tahun 1948. Sidang dihadiri sejumlah petinggi dan kader Gerakan Islam di wilayah Palestina terjajah tahun 1948 dan delegasi dari Al-Quds.

Tim pembela yang diwakili oleh pengacara Avigdor Fidlman dan tim pengacara dri Pusat HAM Mizan yang diwakili Mustaga Suhail dan Umar Khumaisi, menegaskan bahwasanya tidak seharusnya Syeikh  Shalah dituntut dalam kasus ini.

Hakim pengadilan dikutip PIC mengusulkan kepada kedua belah pihak untuk menyepakati penarikan banding mereka, namun pihak tim pembela menolak dan hakim memutuskan untuk mengeluarkan keputusan kemudian.

“Tim pembela menjelaskan kepada Pengadilan Negeri bahwa kasus ini adalah bagian dari penuntutan politik atas Syeikh Raid Shalah. Karena tidak ada preseden hukum yang diadili seperti kasus ini atau tidak ada terdakwa, sebagaimana yang disidangkan atas Syeikh Raid Shalah,” ujar Mustafa Suhail, usai sidang di pengadilan.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Dia menambahkan, tuduhannya adalah dia menendang pintu ruang dengan kakinya, karena di dalamnya polisi zionis diyakini oleh Syeikh  Shalah melakukan pemeriksaan secara telanjang terhadap istrinya, di mana para penjaga keamanan mengizinkan orang laki-laki masuk ke dalam ruang tersebut.

Tuduhan atas Syeikh  Shalah adalah menghambat kerja polisi dengan menendang pintu. Yang seharusnya dilakukan Syeikh  Shalah adalah duduk dan menunggu, tidak boleh bergerak saat mendengar suara istrinya yang meminta tolong.

“Hal semacam ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sekarang mereka meminta Syeikh  Shalah dipenjara untuk jangka waktu lama atas pelanggaran ini. Ini membuktikan kedangkalan jaksa yang mengajukan tuduhan ini dan bukti ini adalah penuntutan politis secara nyata. Tujuannya adalah memasukkan Syeikh  Shalah ke dalam penjara dengan alasan sangat minim serta menjauhkannya dari Al Quds dan masjid Al Aqsha,” ujarnya.

Kasus “Gerbang Karamah” terjadi pada 16 Februari 2012 lalu. Saat itu Syeikh  Shalah masuk melalui gerbang Karamah datang dari Yordania setelah menunaikan ibadah umrah bersama istrinya.

Setelah Syeikh  Shalah diperiksa barang-barangnya, giliran istrinya yang diperiksa.

Penjaga gerbang meminta istrinya diperiksa secara telanjang. Hal ini ditolak oleh istrinya dan dia berteriak. Saat itu Syeikh  Shalah menentang tindakan tersebut karena dianggap melecehkan kehormatan istrinya dan menyingkap auratnya. Syeikh lalu mencegah polisi penjaga gerbang melakukan pemeriksaan telanjang terhadap istrinya.

Atas penolakan Syeikh  Shalah dan istrinya diperiksa tersebut, Syeikh  Shalah ditangkap dengan tuduhan “menghalangi kerja polisi”.

Akhirnya ulama asal Palestina ini disidangkan dalam kasus ini atas klaim-klaim dari polisi penjaga gerbang tersebut.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QudsisraelZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesan Sejarah: Bacalah dan Bangunlah!
Tulisan selanjutnya Menyongsong Kebangkitan dengan Budaya Ilmu [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?