Hidayatullah.com–Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF), Pusat Studi Islam Mahasiswa (Pusdima) Universitas Mulawarman (Unmul) menggelar “Kajian Tolak Syiah” di Masjid Al-Fatihah, Kampus Unmul Samarinda, belum lama ini.
Kajian yang mengusung tema “Membongkar Kesesatan Syiah” ini menghadirkan Rifai Mujahidin al-Haq, mahasiswa Univ. al-Azhar Kairo, Mesir, jurusan Tafsir dan Ilmu al-Qur’an sebagai pemateri kajian tersebut.
Di hadapan ratusan mahasiswa, Rifai mengawali pemaparannya dengan bercerita asal-usul kelahiran Syiah.
Selanjutnya Rifai menjelaskan beberapa pokok-pokok penyimpangan Syiah secara umum. Menurut Rifai, secara umum, di antara kesesatan Syiah ketika tidak mencantumkan syahadatain (dua kalimat syahadat dalam rukun Islam)
Syiah juga membolehkan kawin Mut’ah, yaitu kawin kontrak dengan jangka waktu tertentu. Hal yang telah diharamkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dalam riwayat Ali bin Abi Thalib.
Kepada peserta, pemateri juga mengajak untuk bersikap waspada terhadap sejumlah propaganda Syiah yang bisa membodohi umat Islam. “Biasanya kedok mereka dengan ajakan mencintai keluarga Nabi atau Ahlul Bait,” papar Rifai.
“Padahal hakikatnya Ahlul Bait berlepas diri dari tipu daya mereka,” imbuh Rifai kembali.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diselingi dengan pemutaran video kondisi terkini umat Islam di Suriah.
“Umat Islam Suriah dibantai secara tak manusiawi. Mengerikan sekali, hal ini jelas melanggar HAM,” ujar Musdalifa, seorang mahasiswi Unmul, usai tayangan video tersebut.
Secara terpisah, Pusdima Unmul memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas kesigapan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) an-Nur yang dinilai merespon cepat isu Syiah yang dikabarkan sudah masuk ke beberapa kampus perguruan tinggi, termasuk Unmul, Samarinda.
“Sedianya, selain Kajian Tolak Syiah, upaya pencerdasan umat Islam dan aksi tolak Syiah akan kami lanjutkan di media sosial dengan hastag #PelawanSyiah,” ucap Ibrahim Hamka, Ketua Umum Pusdima Unmul.
“Harapannya semoga semakin banyak yang sadar terhadap penyimpangan akidah Syiah. Gerakan follow up ini rencananya melibatkan 16 LDF yang ada di Unmul,” ujar Ibrahim menambahkan.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum LDF an-Nur Unmul, Denny Prayogo. Denny berharap, kajian ini adalah awal kegiatan pencerahan yang akan terus berlanjut.
“Mahasiswa harus paham di mana letak perbedaan antara Sunni dan Syiah serta apa kesesatan nya,” ungkap Denny Prayogo.
Terakhir Denny berpesan agar mahasiswa Unmul, secara khusus, dan masyarakat berhati-hati dan selektif dalam mengikuti kajian-kajian yang ada. “Perhatikan materi dan ciri-cirinya.
Jangansembarangan mengikuti kegiatan yang tidak dikenal,” pungkas Denny.*/Mustabsyirah, mahasiswi Unmul, jurusan Pendidikan Matematika