Hidayatullah.com–Gerakan perlawanan Islam Hamas menyambut baik ajakan front kerakyatan dan partai Fida untuk menggelar sidang persatuan nasional di luar negeri, sebagai bagian dari rekonsiliasi nasional.
Dikutip PIC, juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, Kamis (26/11/2015) mengajak siapapun menghormati kesepakatan nasional dan tidak mengambil langkah sepihak, dalam keseriusan menjaga persatuan nasional yang mendukung intifadhah.
Sebelumnya, Front Kerakyatan Palestina dan Persatuan Demokrasi Palestina menegaskan ajakanya untuk menggelar sidang nasional di Ramallah, tengah Tepi Barat untuk membahas masalah yang sangat krusial untuk menyatukan para pemilih di luar negeri.
Front Kerakyatan meminta dewan nasional ini harus bebas dari tekanan atau campur tangan Israel, diikuti oleh seluruh elemen Palestina, politisi dan kemasyarakatan, termasuk di dalamnya pimpinan umum Palestina serta gerakan Hamas dan Jihad Islam.
Perlawanan Berlanjut
Juru bicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Hussam Badran, berpendapat bahwa dua aksi penabrakan di Tepi Barat dan kota al-Quds terakhir pada hari Jum’at (27/11/2015) adalah menegasan dan kegigihan dari rakyat Palestina untuk melanjutkan haknya dalam melakukan intifadhah dan perlawanan guna mengusir penjajah Zionis dari tanah Palestina.
“Aksi-aksi penbrakan adalah pesan bagi siapa saja yang berusaha untuk memalingkan intifadhah. Bahwa keputusan ada di tangan rakyat dan bukan menjadi hak siapapun untuk melawan obsesi dan hak-hak kami,”ujar Badran.
Petinggi Hamas ini menyerukan agar terus ditengkap aksi-aksi spektakuler ke target-target pasukan penjajah Zionis. Dia menegaskan pentingnya melanjutkan gerakan rakyat.
Sebanyak 8 serdadu Zionis terluka pada hari Jumat (27/11/2015) dalam dua aksi penabrakan di Hebron dan al-Quds yang mengakibatkan dua pelaku aksi gugur setelah ditembak mati pasukan penjajah Zionis. Keduanya dalah Fadi Khashib (25) dari Ramallah dan Umar Arafat (18) dari Hebron.*