Hidayatullah.com–Direktur Voice of Palestine (VOP), Ir Mujtahid Hashem, menyatakan, pendudukan Israel di Palestina, terutama di Masjidil Aqsa, sudah sangat keterlaluan. Bayangkan saja, latihan militer yang dilakukan oleh tentara Israel di sekitar Masjid Al-Aqsa minggu ini, ternyata hanyalah kedok semata untuk mencegah kaum Muslimin memasuki Masjidil Aqsa.
Di sisi lain, Zionis Israel membiarkan orang Yahudi fanatik menodai Al-Aqsa dengan melakukan pemujaan di Haram Syarief.
Gerakan sistematis ini, kata Hashem, tujuannya untuk membagi Masjidil Aqsa, sebagaimana yang pernah dilakukan Zionis Israel terhadap Masjid Ibrahimi di Hebron.
“Bukan hanya sekedar berusaha menghilangkan artefak peninggalan Islam, mereka pun berusaha menghancurkan Masjdil Al-Aqsa,” kata Hashem dalam orasinya pada acara Tabligh Akbar Solidaritas Palestina di Masjid Al Azhar, Jakarta, Jum’at, (30/10).
Untuk itu pihaknya menghimbau agar umat Islam tetap mempererat persatuan, dan mengajak memboikot produk-produk Zionis Israel sebagai bentuk perlawanan terhadap penindasan.
“Kita perkuat Global Boycott Divestment Sanction Movement terhadap rezim Israel dalam arti luas, segala aspek. Mereka akan kalah jika kita kuat di sini,” kata pria yang juga Ketua Presidium Himpunan Mahasiswa Islam Kota Depok ini.
Pihaknya juga meminta agar pemerintah dan DPR menggalang solidaritas internasional membebaskan bangsa Palestina dari kolonialisme, imperalisme, dan dari jajahan Zionis Israel.
Acara Tabligh Akbar ini dihadiri tokoh-tokoh Islam, di antaranya pengamat Timur Tengah Fathuddin MD, Sekjen KISPA Ust. H. Ferry Nur, Direktur Center for Middle East Studies Foundation (Comes), Amrozi M. Rais, Lc, Ketua Umum YPI Al-Azhar Dr. H. Hariri Hady, dan juga Haddad Alwi yang hadir menyumbangkan shalawat.
Seperti disampaikan Mujtahid Hashem, para tokoh Islam sudah mendatangi dan diterima anggota DPR-RI Komisi A. Anggota dewan ini berjanji akan segera memanggil Menteri Luar Negeri terkait tentang apa-apa saja usaha yang sudah dilakukan dalam rangka komitmen Republik Indonesia mendukung kemerdekaan negara Palestina. [ain//sur/hidayatullah.com]