Hidayatullah.com–Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam/Harakah Muqawamah Islamiyah (HAMAS), Brigadir Al Qassam menyingkap keberadaan Kesatuan Khusus yang dimilikinya.
Setelah dibentuk sejak 10 tahun silam, dan selama itu pula mereka bekerja dalam senyap, akhirnya atas intruksi langsung dari Komandan Tertinggi Brigadir Al Qassam, Muhammad Dhoif, Kesatuan “Wihdatu Zhil” dikenalkan kepada dunia. Sebagaimana disiarkan melalui laman resmi Hamas.ps, Senin (04/01/2016) lalu.
“Wihdatu Zhil” adalah kesatuan kecil, terlatih, dan mampu bergerak secara rahasia. Tugas pokok mereka satu, yaitu “Menghancurkan belenggu para tawanan Palstina yang dikurung di penjara Zionis,” terang Hamas.
Dengan ini, terkuaklah sipa sejatinya lakon yang berada di balik kesuksesan penyembunyian Ghilad Salit selama lima tahun.
Ghilad Salit adalah seorang serdadu Zinois yang diculik dalam sebuah Operasi Khusus pada bulan Juni 2006, disembunyikan selama lima tahun, hingga akhirnya pada Desember 2011 dikembalikan kepada Zionis dan ditukar dengan 1050 tawanan Palestina.
Berkat kerja keras Kesatuan “Wihdatu Zhil”, Israel yang katanya memiliki intelijen terbaik di dunia itu faktanya tak mampu menemukan satu serdadunya yang ditangkap Hamas selama 5 tahun di wilayah Gaza yang luasnya tidak lebih dari 360 Km2 (Setengah Kota Jakarta).*