Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Mahmoud Abbas Hadiri Pemakaman Shimon Peres, Warga Palestina Mengecam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Oktober 2016 07:00 7:00 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2016 08:47
Bagikan
Mahmoud Abbas berada di barisan depan saat pemakaman Shimon Peres
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menghadiri pemakaman mantan Presiden Israel Shimon Peres pada hari Jumat, ditengah kritik rakyat dan Hamas.

Mahmoud Abbas bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada upacara itu, kemudian berkata pada Netanyahu bahwa mereka sudah lama tidak bertemu.

Netanyahu merespon hal itu dengan mengapresiasi kehadiran Abbas di pemakaman tersebut.

Sementara itu, Fatah, partai yang memimpin dalam Otoritas Palestina (PA) mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kehadiran Abbas dalam pemakaman tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai seorang presiden, khususnya pada kegiatan yang dilihat masyarakat luas.

Kepala Komite Media Fatah, Munir al-Jaghoub, mengatakan kehadiran Abbas akan menyangkal klaim Israel bahwa penduduk Palestina hanya percaya pada kekerasan, dan apa yang ditunjukkan Abbas merupakan tanggung jawabnya sebagai seorang pemimpin.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

“Kami sedang menghadapi kepentingan politik dari kehadiran presiden di pemakaman itu, dan partisipasinya memaksa kami sebagai penduduk Palestina untuk menyadari apa yang berada di balik langkah ini dan sebuah pesan perdamaian yang kuat dari penduduk Palestina untuk dunia,” al-Jaghoub mengatakan.

Kehadiran Abbas dalam pemakaman Shimon Peres, memicu reaksi luas dan kecaman di seluruh situs jejaring sosial. Ribuan orang berkicau melalui Hashtag dalam bahasa Arab #ta’ziah_pembunuh. Mereka mengungkapkan ketidakpuasan dan kemarahannya terhadap belasungkawa tersebut.

Banyak ungkapan yang ditulis pada aktivis melalui hashtag tersebut, kebanyakan mengingatkan kejahatan yang dilakukan Peres, terutama pembantauan Qana di Libanon tahun 1996, pembantaian-pembantaian Gaza dan agresi tripartit ke Mesir tahun 1956.

Sebelumnya,  Hamas meminta Abbas untuk tidak menghadiri pemakaman penjahat kemanusiaan itu  dengan mengatakan bahwa langkah seperti itu akan mendorong normalisasi dengan penjajah sehingga merugikan perjuangan Palestina dalam merdeka.

Dalam acara pemakaman ini, Israel menyiapkan tentara dan polisi  dangan melakukan pembatasan ketat di Jerusalem.

TV2 Israel dikutip PIC melansir, keluarga Shimon Peres berkeras agar Mahmoud Abbas berada di tengah barisan pertama saat prosesi pemakaman sebagai tamu khusus daripada berada di barisan belakang. Namun pihak kementerian luar negeri yang bertanggungjawab atas pengaturan tamu menempatkan mereka di ujung barisan pertama dekat dengan Menlu Mesir Samih Syukri.

Sejumlah delegasi dari negara-negara luar, termasuk Presiden AS Barack Obama, Wakil Perdana Menteri Yordania Jawad al-Anani, Menteri Luar Negeri Mesir Samih Shukri, dan Duta Besar Oman untuk Jordania ikut hadir.

Sejumlah besar jalan-jalan ditutup, dan 250 warga Palestina yang mempunyai ijin resmi untuk mengunjungi Masjid Al-Aqsa dari Gaza pada hari Jumat ditangguhkan.

Peres meninggal pada Rabu di umur 93 tahun setelah menderita stroke dua minggu sebelumnya.

Seperti diketahui,   Harakat at-Tahrir al-Wathani al-Filasthini /Gerakan Nasional Pembebasan Palestina atau (disingkat FATAH) didirikan tahun 1958, dan dikenal  memiliki reputasi kurang baik di mata rakyat Palestina.

Selama ini salah satu fraksi terbesar dari PLO (Palestine Liberation Organization) ini dikenal lunak dan selalu ‘bekerjasama’ dengan penjajah-Israel dan selalu mencederai perjuangan rakyat Palestina (khsususnya Gaza) untuk membebaskan al-Quds.

Israel Sebut Mahmoud Abbas Pernah Jadi Mata-Mata

Sebelum ini, Televisi Israel Channel One mengutip dua peneliti atas dokumen bernama Mitrokhin,  masa Uni Soviet yang menunjukkan Mahmoud Abbas pada 1980-an pernah bekerja di KGB, badan intelijen yang kini sudah tidak berfungsi dimana Presiden Rusia Vladimir Putin pernah bertugas di lembaga tersebut.

Dalam dokumen yang tersimpan di Pusat Arsip Churchill Universitas Cambridge, Inggris ini menunjukkan, Mahmoud Abbas yang dikenal sebagai pembina FATAH, faksi dari PLO yang dikenal sekuler ini  dipersiapkan KGB dengan nama sandi Krotov, ungkap, Isabella Ginor, salah satu peneliti Institut Truman di Universitas Hebrew, Jerusalem dikutip AFP.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelpenjahat perangShimon Peres
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenperin: Kawasan Indutri Halal Masih Menunggu PP Rampung
Tulisan selanjutnya Iraq dan Iran Dituduh Kirim Anak-Anak Bertempur di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?