Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Warga Palestina Memprotes Kesepakatan Normalisasi Arab dengan ‘Israel’

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 16 September 2020 09:39 9:39 am
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 16 September 2020 09:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan warga Palestina melakukan unjuk rasa pada Selasa (15/09/2020) di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza. Protes tersebut mengecam perjanjian normalisasi Emirat dan Bahrain dengan ‘Israel’, Al Jazeera melaporkan.

Kesepakatan, yang ditengahi oleh Amerika Serikat, ditandatangani pada Selasa di Gedung Putih, di mana Perdana Menteri Zionis Benjamin Netanyahu bertemu dengan pejabat Bahrain dan Emirat.

Mencengkeram bendera Palestina dan mengenakan masker wajah untuk perlindungan terhadap virus korona, para demonstran berunjuk rasa di kota Nablus dan Hebron, Tepi Barat, dan di Gaza. Puluhan juga ikut demonstrasi di Ramallah, pusat bagi Otoritas Palestina (PA).

Spanduk yang dibawa penduduk Palestina bertuliskan “Pengkhianatan”, “Tidak untuk normalisasi dengan penjajah”, dan “Perjanjian yang memalukan”.

Demonstran Palestina Emad Essa dari Gaza mengatakan jika orang-orang berjalan melalui daerah kantong pantai “Anda akan melihat ratusan pemuda Gaza yang kehilangan kaki dan lumpuh seumur hidup hanya karena memprotes blokade ‘Israel’.”

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

“Dan di Tepi Barat dan Yerusalem, buldoser penjajah terus menghancurkan rumah-rumah Palestina dan melakukan pembersihan etnis terhadap warga Palestina dari desa dan kota mereka setiap hari,” kata Essa kepada Al Jazeera.

“Itu hanyalah puncak gunung es dari kejahatan ‘Israel’ terhadap Palestina, dan UEA serta Bahrain entah bagaimana memilih untuk memberi penghargaan kepada ‘Israel’ atas kejahatan ini dengan membuat perjanjian dengannya. Kesepakatan itu adalah noda memalukan di dahi para pemimpin yang menjual Palestina dengan harga yang sangat murah.”

Para pengunjuk rasa menginjak-injak foto Netanyahu, Presiden AS Donald Trump, Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa, dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan sebelum dibakar.

Upacara di Washington, DC menandai perjanjian penting pertama antara negara-negara Arab dan peerintah Zionis Yahudi dalam seperempat abad.

Presiden PA Mahmoud Abbas mengatakan bahwa hanya penarikan ‘Israel’ dari wilayah pendudukan yang dapat membawa perdamaian ke Timur Tengah.

“Perdamaian, keamanan, dan stabilitas tidak akan dicapai di kawasan itu sampai pendudukan Israel berakhir,” katanya dalam sebuah pernyataan setelah upacara penandatanganan, yang dikutuk oleh Palestina sebagai “pengkhianatan” terhadap perjuangan mereka.

Protes Palestina

Komando Nasional Perlawanan Rakyat Bersatu Palestina menyerukan protes untuk menolak kesepakatan normalisasi. Dalam sebuah pernyataan, mereka menyerukan hari Jum’at (11/09/2020) untuk dianggap sebagai ‘hari berkabung’ di mana bendera hitam dikibarkan di semua alun-alun, gedung dan rumah”.

Aktivis di media sosial meluncurkan tagar “Hari Hitam” dalam bahasa Arab untuk menandai pengakuan resmi kedua negara Teluk itu atas Israel.

Sami Abu Zuhri, juru bicara Hamas, mengatakan perjanjian Bahrain dan UEA tidak akan membawa perdamaian ‘Israel’ di wilayah tersebut. “Masyarakat di wilayah itu akan terus menganggap pendudukan ini sebagai musuh sejati mereka,” katanya.

Di Ramallah, ibu kota de facto PA, ada protes kecil di mana 200 orang berkumpul di alun-alun.

Mohammad Mohanna, seorang pengunjuk rasa Palestina dari Hebron, mengatakan: “Kami menyerukan kepada UEA dan Bahrain untuk mundur dari perjanjian dengan ‘Israel’ dan kembali untuk mendukung orang-orang Palestina dengan cara yang sama seperti yang biasa kami lakukan terhadap mereka, dan kami berharap tidak ada negara Arab lain yang akan membuat kesepakatan dengan ‘Israel’.

“Pada saat perusahaan di Barat memboikot ‘Israel’, dua negara Arab justru membuat perjanjian perdagangan dengannya.”

Sekretaris komite pusat Partai Fatah, Jibril Rajoub, mengatakan kepada wartawan “apa yang terjadi hari ini di Washington adalah bentuk runtuhnya tatanan resmi Arab”.

“Di hari yang kelam ini, tanda tangan para pengkhianat pada perjanjian rasa malu dan penghinaan tidak sebanding dengan tinta yang mereka tulis. Palestina adalah penyebab rakyat merdeka dan akan tetap menjadi kompas kaum revolusioner,” ungkapnya.

Osama Hasan, yang ikut serta dalam protes di Hebron, menyebut perjanjian normalisasi itu sebagai “tusukan di belakang rakyat Palestina”.

“Meski patah hati karena itu, kami selalu tahu jalan menuju kebebasan itu panjang dan sulit, dan butuh kesabaran dan pengorbanan,” katanya. “Kami akan terus berjalan di jalan itu dan terus berjuang sampai kami mendapatkan kebebasan kami dan mendirikan negara Palestina.

“Rakyat Palestina ada di sini untuk tinggal … Keteguhan hati, keuletan, dan ketabahan kami tidak akan terpengaruh oleh mereka yang mengecewakan kami dan meninggalkan kami.”

Demonstran Ibrahim Ouda mengatakan kepada Al Jazeera bahwa rakyat Palestina bersatu melawan “semua konspirasi yang dimaksudkan untuk merusak hak-hak warga Palestina”.

“Jika Israel menginginkan perdamaian, maka satu-satunya cara perdamaian sejati dapat terjadi di kawasan itu adalah dengan memberi kami kebebasan dan mengakhiri pendudukan,” kata Ouda.

Sementara itu, puluhan warga Bahrain turun ke jalan untuk memprotes kesepakatan yang ditandatangani kerajaan mereka dengan ‘Israel’. Setidaknya ada dua demonstrasi kecil di wilayah utara Bahrain, di mana pengunjuk rasa meneriakkan slogan anti-‘Israel’ dan menginjak bendera pemerintah Zionis di tengah kehadiran polisi yang banyak.

Oposisi Bahrain, Al-Wefaq National Islamic Society menulis di Twitter: “Pada saat pengkhianatan mereka dengan menandatangani konspirasi melawan al-Quds [Yerusalem] dan Palestina, kami meneriakkan Allahu Akbar, Allahu Akbar.”*

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Normalisasi Hubungan dengan Israelpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gas di Bumi yang Menandakan Kehidupan Terdeteksi dalam Awan di Venus
Tulisan selanjutnya Anggota DPR Minta Pemerintah Pusat dan Daerah Hentikan Polemik Penanganan Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?