Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Iraq dan Iran Dituduh Kirim Anak-Anak Bertempur di Suriah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2016 09:02 9:02 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2016 09:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Kelompok hak asasi manusia (HAM) Iraq menuduh pemerintah mereka tidak berbuat apa-apa di saat milisi dan organisasi dukungan Iran merekrut tentara anak untuk bertempur di Suriah, demikian  Aljazeera melaporkan hari Senin.

Para aktivisi menuduh pemerintah Iraq mengadopsi sebuah kebijakan bisu di saat Iran menggunakan organisasi dan faksi bersenjata militan Syiah yang berada di bawah kontrol mereka mendorong anak-anak untuk mengambil bagian dalam pertumpahan darah di Suriah yang saat ini diklaim telah merenggut lebih dari 400.000 nyawa sejak 2011.

Keluarga dari beberapa anak tersebut mengadu bahwa pejabat resmi Iraq hanya  melakukan sedikit dalam mengatasi keprihatinan serius mereka akan nasib anak-anak mereka, tulis laman middleeastmonitor.com Rabu (28/09/2016).

Pengaduan mereka juga termasuk bahwa anak-anak Iraq dianggap sebagai buangan karena mereka ditinggalkan ketika mereka terluka atau jasad mereka tidak dibawa kembali ke Iraq setelah mereka terbunuh dalam apa yang disebut oleh Iran sebagai ‘Jihad’ di Suriah.

Menurut keluarga-keluarga ini, pemerintah Iraq sepenuhnya menyadari apa yang terjadi, namun tidak atau tidak dapat, melakukan apapun untuk mencegah hal itu.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Situasi sosio-ekonomi anak-anak Iraq dilaporkan sedang dimanipulasi oleh orang-orang yang ingin merekrut mereka, dengan janji-janji uang dan pahala.

Klaim mereka termasuk juga informasi bahwa anak-anak Iraq mendapat passport Iran sebelum dikirim ke Iran, menunjukkan bahwa mereka menerima pelatihan di sana. Mereka kemudian dipindah ke Suriah untuk bertempur dalam mendukung rezim Assad yang saat ini sedang berusaha menghancurkan wilayah timur Aleppo yang diduduki oposisi dengan dukungan Rusia dan Iran.

Penggunaan tentara anak merupakan sebuah kejahatan di bawah undang-undang internasional, menimbulkan pertanyaan hukum yang sulit bagi pemerintah Iraq maupun Iran.

Kepala Pusat Nasional Iraq untuk Keadilan, Mohammed Al-Sheikhly, menyatakan bahwa pemerintah Iraq harus bertanggung jawab atas rekrutmen ilegal anak-anak Iraq yang digunakan untuk berperang.

Berbicara pada Aljazeera, analis politik Iraq Walid Al-Zubaidi mengatakan: “Masalah ini [tentara anak] makin memburuk setelah didirikannya Popular Mobilisation Force (PMF)…dan fenomena ini telah menyebar luas, khususnya di wilayah-wilayah Iraq selatan.”

Siapa Mengirim Pasukan Baret Hijau Iran ke Suriah?

Popular Mobilisation Force (PMF) atau juga dikenal milisi Hashd al-Shaabi merupakan sebuah organisasi besar militer Syiah yang dibentuk pada tahun 2014 setelah Ayatollah Ali Al-Sistani mengeluarkan sebuah fatwa yang memanggil penduduk Iraq mengobarkan “jihad” melawan ISIS. Sejak itu, PMF dituduh telah melakukan tindak kekerasan terhadap populasi Sunni Iraq.

Iran Hukum Gantung 20 Penganut Sunni

AL-Zubaidi juga mengklaim bahwa kesepakatan yang dibuat pada awal bulan ini antara milisi Syiah Iraq dan pemberontah Syiah Houthi, keduanya didukung Iran, untuk menekan anak-anak Iraq agar melakukan pelayanan militer di Yaman, meskipun dia tidak bisa mengatakan jika kesepakatan ini telah berlaku atau belum.

Iran diketahui telah menggunakan tentara anak pada masa lalu. Selama perang Iran-Iraq (1980-1988) anak-anak Iran secara luas dilaporkan berada di garis depan dan sejumlah besar mereka tertangkap atau terbunuh selama konflik berdarah itu.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bashar al assadiraniraqmilisi Hashd al-ShaabiPopular Mobilisation Forcesuriahsyiahtentara anak Irantentara bayaran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahmoud Abbas Hadiri Pemakaman Shimon Peres, Warga Palestina Mengecam
Tulisan selanjutnya Cara Ikut Kuis Berhadiah Visa Haji dan Beasiswa dari Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?