Hidayatullah.com–Jet tempur ‘Israel’ mencoba untuk menghapus peta stasiun TV yang dikuasai Hamas dari peta dalam serangan udara, Senin (12/11) malam.
Dengan menembakkan 10 rudal ke stasiun Al-Aqsa TV, jet-jet ‘Israel’menghancurkan kantor pusatnya, ungkap para saksi mata. Penjajah ‘Israel’menghancurkan markas media tersebut saat siaran tengah berlangsung, tulis Anadolu Agency.
Di tengah serangan udara, stasiun itu meledak. Bangunan di sekitar stasiun juga rusak.
‘Israel’meluncurkan serangan udara terhadap Gaza setelah roket ditembakkan dari Gaza terhadap permukiman ilegal Yahudi pada Senin malam.
Hingga berita ini diturunkan, tiga orang Palestina gugur dalam serangan tersebut dan sembilan orang lainnya terluka.
Militer penjajah mengatakan, lebih dari 300 roket telah ditembakkan dari Gaza sejak Senin malam, tetapi sistem pertahanan udara ‘Israel’, Iron Dome, mencegat 60 dan sebagian besar jatuh di tanah kosong.
Roket yang ditembakkan dari Gaza melukai 29 orang ‘Israel’, termasuk satu orang yang terluka berat, yang dikatakan sebagai tentara ‘Israel’.
Sementara itu APF melaporkan bahwa gedung TV Al-Aqsa dihancurkan dalam serangan ‘Israel’setelah serangkaian tembakan peringatan. Tentara ‘Israel’mengatakan stasiun itu “berkontribusi terhadap tindakan militer Hamas”.
Tidak ada cedera dilaporkan dan pekerja diyakini telah dievakuasi setelah tembakan peringatan.
Baca: Kronologi Serangan Penjajah ‘Israel’ ke Gaza sejak Senin
Bekas hotel di Kota Gaza yang digunakan oleh Hamas sebagai kantor keamanan internal juga terkena serangan ‘Israel’, lapor wartawan AFP.
Pejuang Gaza mengancam tanggapan keras lainnya setelah penyerangan terhadap gedung TV dan, menurut polisi, lebih banyak roket menyerang di Kota Ashkelon ‘Israel’.
Hamas mengatakan, tembakan roket awal adalah aksi balasan atas ‘Operasi Khusus’ ‘Israel’yang digelad pada hari Ahad malam.
Baca: Usai Bunuh Komandan al-Qassam, Zionis Hujani Gaza 370 Roket
Pada hari Ahad, sebuah bentrokan pecah selama ‘operasi rahasia’ di Jalur Gaza yang menewaskan tujuh pejuang Palestina, termasuk seorang komandan lokal sayap bersenjata Hamas, serta seorang perwira militer ‘Israel’.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mempersingkat perjalanan ke Paris dan bergegas pulang ketika ketegangan meningkat, dan pada hari Senin mengadakan pertemuan para kepala keamanan.
Utusan Timur Tengah PBB Nickolay Mladenov, yang bersama dengan Mesir telah mengupayakan gencatan senjata jangka panjang antara ‘Israel’dan Hamas, dan menyebut eskalasi “sangat berbahaya” serta mengatakan di Twitter bahwa “pengendalian harus ditunjukkan oleh semua”.
‘Israel’menekankan bahwa operasi rahasia pada hari Ahad adalah misi pengumpulan-intelijen dan “bukan pembunuhan atau penculikan”, tetapi Hamas dengan keras mencela dan bersumpah akan membalas dendam.
Militer ‘Israel’mengisyaratkan bahwa misi pada hari Ahad itu tidak berjalan seperti yang direncanakan dan mengakibatkan bentrokan, yang menurut para pejabat Palestina termasuk serangan udara ‘Israel’.*