Hidayatullah.com–menyerukan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) untuk melestarikan kesucian Masjid Ibrahimi di Kota Tepi Barat.
Kementerian Luar Negeri Palestina dalam sebuah pernyataan kemarin mengatakan rezim teroris ‘Israel’ telah menargetkan masjid sebagai tempat untuk melaksanakan ritual Yahudi.
Sejak hari Senin, ‘Israel’ telah memasang lilin di atap masjid untuk merayakan Hari Raya Yahudi, Hannukah.
“Peningkatan penempatan sistematis tidak mengabaikan keputusan UNESCO, sehingga menuntut tindakan mencemari situs arkeologi dan agama di wilayah Palestina dihentikan,” kata pernyataan itu dikutip Anadolu Agency, Rabu (05/12/2018).
Baca: 3000 Ekstrimis Yahudi Menduduki Halaman Masjid Ibrahimi di Hebron
Kementerian juga mendesak organisasi dan organisasi internasional yang relevan untuk segera bertindak untuk melindungi situs suci tersebut.
Juli tahun lalu, World Heritage Committee bergabung dengan UNESCO untuk memproklamirkan masjid Ibrahimi sebagai situs warisan dunia.
Penjajah ‘Israel’ melarang Masjid Ibrahimi untuk sholat lebih 645 kali selama tahun 2017.
Kompleks Masjid Ibrahimi Hebron dikenal makam makam para nabi, termasuk pemakaman Nabi Ibrahim, Ishak dan Yakub.
Setelah pembantaian 1994, dimana 29 jamaah shalat di dalam masjid dibantai ekstremis Yahudi, Baruch Goldstein, penjajah ‘Israel‘ membagi kompleks masjid untuk umat Islam dan Yahudi.
Hebron adalah rumah bagi sekitar 160.000 Muslim Palestina dan sekitar 500 pemukim Yahudi ilegal. Mereka tinggal di sejumlah daerah kantong Yahudi itu dijaga ketat oleh pasukan penjajah.*