Hidayatullah.com—-Pasukan penjajah ‘Israel’ membunuh siswi Palestina di sebuah pos pemeriksaan antara Tepi Barat yang dijajah dan Yerusalem (Baitul Maqdis), yang diklaim berusaha menikam seorang polisi di sebuah pos pemeriksaan antara Tepi Barat yang dijajah dan Yerusalem, menurut laporan polisi penjajah dikutip Aljazeera.
Polisi perbatasan ‘Israel’ menembak Samah Zuheir Mubarak, seorang siswa dari Kota Ramallah di Tepi Barat, di pos pemeriksaan al-Zaeem, yang memisahkan pemukiman haram Yahudi di Tepi Barat dari sebuah lingkungan yang terletak di Yerusalem Timur yang diduduki.
Keluarga Mubarak, yang berbasis di Jalur Gaza, mengatakan kepada media setempat bahwa pasukan ‘Israel’ membunuh putri mereka dengan “darah dingin”.
Dalam sebuah video yang dirilis oleh polisi ‘Israel’, Mubarak terlihat berjalan menuju pos pemeriksaan. Dalam klip lain, remaja itu terlihat berdiri di dekat sebuah kendaraan dan sekelompok pasukan ‘Israel’. Setelah apa yang tampak sebagai sebuah pertukaran singkat, petugas polisi mundur, Mubarak lalu ditembak pasukan ‘Israel’ dari jarak dekat dan jatuh ke tanah.
Baca: Zionis Tembak Gadis Palestina Secara Keji Halangi Ambulan Menolong
Dalam klip lain menunjukkan pasukan penjajah mencari barang-barangnya termasuk buku-buku dan perlengkapan sekolah saat mereka mengosongkan tasnya.
Yoram Halevi, Kepala Polisi ‘Israel’ di Yerusalem menuduh, gadis Palestina itu mengeluarkan pisau dan mencoba untuk “menusuk” tentara ‘Israel’ di pos pemeriksaan al-Zaeem, dan ditembak.
“Tidak jelas apa latar belakangnya, apa alasannya [kedatangannya ke pos pemeriksaan],” katanya, seraya menambahkan insiden itu kini sedang “diselidiki”.
Insiden itu terjadi beberapa hari setelah tiga warga Palestina lain juga dibunuh pasukan penjajah dan pemukim haram ‘Israel’.
Pada hari Sabtu, Hamdi Naasan (38) meninggal karena luka di desa al-Mugheir di Tepi Barat, setelah warga pemukiman haram ‘Israel’ melepaskan tembakan.
Ayman Hamed (18), dimakamkan di desanya di Silwad setelah tentara penjajah menembak dan membunuhnya pada hari Jumat hanya karena diduga melemparkan batu.
Polisi ‘Israel’ juga membunuh Riyad Shamasneh di dekat Gerbang Damaskus Kota Tua di Yerusalem Timur pada Sabtu pagi.
Sejumlah HAM lokal dan internasional mengemukakan kekhawatiran bahwa keberadaan pasukan ‘Israel’ yang telah menggunakan kekuatan berlebihan saat menghadapi warga Palestina yang melakukan serangan atau hanya karena diduga melakukan hal itu.
‘Israel’ melonggarkan peraturan pemakaian senjata api pada bulan Desember 2015, yang memungkinkan petugas melepaskan tembakan yang melempar batu atau bom api sebagai opsi awal, tanpa harus menggunakan senjata tidak mematikan terlebih dahulu.*