Hidayatullah.com–Enam tahanan Palestina, kebanyakan dari mereka menjalani hukuman seumur hidup karena melawan penjajah ‘Israel’, berhasil melarikan diri Senin pagi dari Penjara Gilboa, di utara Palestina yang diduduki setelah menggali terowongan, menurut laporan penjajah.
Mereka mengatakan para tahanan menghabiskan waktu berbulan-bulan atau mungkin bertahun-tahun untuk menggali terowongan yang membuat mereka melarikan diri pada malam hari, kutip Safa News. Pelarian mereka tidak terdeteksi sampai beberapa jam kemudian ketika tentara penjajah memulai pencarian secara besar-besaran para tahanan yang lolos.
Pihak berwenang ‘Israel’ telah melancarkan perburuan besar-besaran pasca pelarian tahan Palestina dari salah satu penjara paling ketetat itu. Tahanan itu diyakini telah menggali terowongan dari sel mereka selama beberapa bulan yang mengarah ke jalan di luar tembok Penjara Gilboa.
Para petugas keamanan disiagakan oleh para petani yang melihat mereka berlari melalui ladang. Di antara tahanan yang berhasil kabur termasuk mantan pemimpin pejuang Brigade Al-Aqsha dan lima anggota Jihad Islam.
Sebuah foto dan video yang beredar menunjukkan petugas memeriksa lubang kecil di bawah wastafel, dan lubang lain di tengah jalan tanah yang membentang di sepanjang dinding penjara. The Jerusalem Post melaporkan bahwa para tahanan telah menggunakan sendok berkarat yang mereka sembunyikan di balik poster.
Sementara itu, dinas keamanan Shin Bet mengatakan mereka yakin mereka telah melakukan kontak dengan orang-orang di luar penjara menggunakan ponsel selundupan dan mereka dijemput di dalam mobil. Seorang pejabat dinas penjara ‘Israel’ menggambarkan pelarian itu sebagai “kegagalan keamanan dan intelijen yang besar”; Kelompok pejuang Palestina memujinya sebagai “pahlawan”.
Mereka yang lolos adalah Mahmoud Abdallah Arda (46), dari Kota Arraba dekat Jenin, ditangkap pada tahun 1996 dan menjalani hukuman seumur hidup. Mohammad Qassem Arda (39), dari Arraba, ditangkap pada 2002 dan menjalani hukuman seumur hidup.
Yacoub Mahmoud Qaderi (49), dari Beir al-Basha dekat Jenin, ditangkap pada 2003 dan menjalani hukuman seumur hidup. Nayef Kamamji (35), dari Kufr Dan, dekat Jenin, ditangkap pada 2006 dan menjalani hukuman seumur hidup.
Zakaria Zubeidi (46), dari kamp pengungsi Jenin, ditangkap pada 2019 dan tidak dihukum. Munadel Yacoub Infeiat (26), dari Yabad dekat Jenin dan ditangkap pada 2019.*