Hidayatullah.com– Sekitar 180.000 Muslim bergabung ikut shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha, Yerusalem Timur (Baitul Maqdis), hari Jumat waktu setempat, bersamaan dengan Jumat pertama Ramadhan, tahun ini, menurut badan yang mengelola area suci.
Jumlah peziarah yang dilaporkan oleh organisasi Wakaf adalah 50 persen lebih tinggi dari tahun lalu yang mencatat 120.000 peziarah untuk shalat Jumat Ramadhan pertama.
Azzam al-Khatib, kepala direktur agensi, mengatakan para peziarah masih ada meski harus melalui beberapa pos pemeriksaan Zionis dan kehadiran banyak pasukan keamanan ‘Israel’.
Untungnya, ibadah itu berjalan lancar tanpa ada insiden.
Wilayah yang dikontrol Israel adalah tempat ketiga paling suci bagi umat Islam dan sering menjadi penyebab konflik Israel dan Palestina, AFP melaporkan.
Para jamaah melakukan perjalanan ke kompleks masjid, menuju Baitul Maqdis Timur melalui pos pemeriksaan militer Qalandia, koresponden WAFA melaporkan.
Berbeda dari biasanya, kali ini pria di atas 40 tahun, anak-anak di bawah 13 tahun, dan wanita dari segala usia diizinkan memasuki Baitul Maqdis Timur tanpa izin untuk shalat hari Jumat. Akan tetapi pria di bawah umur 40 tahun dilarang masuk kota.
‘Israel’ meningkatkan penyebaran polisi di berbagai bagian Kota Tua Jerusalem serta di semua lorong yang mengarah ke kompleks masjid.
Al-Aqsha terletak di Baitul Maqdis Timur (Jerusalem Timur), bagian dari wilayah Palestina yang diakui secara internasional namun telah diduduki/dirampas oleh militer Israel sejak 1967.
Kompleks Masjid Al-Aqsha adalah situs tersuci ketiga Islam, setelah Masjid Haram (Makkah) dan Masjid Nabawi (Madinah).*