Hidayatullah.com–Hasil awal dari pemilihan parlemen ‘Israel’ tidak menunjukkan prospek perdamaian antara Palestina dan ‘Israel’, ungkap perdana menteri Otoritas Palestina pada Rabu (24/03/2021).
Saat mengunjungi Tubas di Tepi Barat yang diduduki ‘Israel’, Mohammad Shtayyeh berkata: “Agenda politik dari partai-partai pemenang dalam pemilihan ‘Israel’ menunjukkan bahwa tidak akan ada mitra politik untuk Palestina dalam proses perdamaian.”
Shtayyeh juga mengatakan bahwa hasil menunjukkan dominasi sayap kanan dalam politik Zionis ‘Israel’, lapor Anadolu Agency.
Palestina: Hasil Pemilihan ‘Israel’ tidak Memberikan Harapan untuk Perdamaian
Menurut hasil awal yang diumumkan media ‘Israel’ Selasa (23/03/2021) malam, partai Likud Netanyahu memenangkan 30 kursi di parlemen. Jajak pendapat menunjukkan bahwa kubu Netanyahu, yang terdiri dari Partai Likud dan sekutu, gagal memenangkan 61 kursi di Knesset yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan, hanya memperoleh 59 kursi.
Hasilnya menunjukkan bahwa partai sayap kanan, beberapa di antaranya anti-Netanyahu, mendominasi Knesset.
Shtayyeh meminta komunitas internasional untuk “menghentikan serangan ‘Israel’ di tanah, air dan properti Palestina”.
Palestina siap menjadi “mitra dalam proses perdamaian yang serius dan nyata”, tambah perdana menteri itu.
Negosiasi antara pihak Palestina dan ‘Israel’ telah terhenti sejak April 2014 karena penolakan Tel Aviv untuk membebaskan tahanan Palestina, untuk menghentikan kegiatan pemukiman ilegalnya, dan untuk menerima perbatasan sebelum perang Juni 1967 sebagai dasar untuk solusi dua negara.*