Hidayatullah.com — Pengamat militer Israel Tzipi Yehezkili, mengomentari keputusan yang diambil oleh Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas, membatalkan pemilihan umum (pemilu) Palestina. Abu Mahzen, begitu panggilan Abbas mengusulkan pembatasan pemilihan Dewan Legislatif Palestina, yang dijadwalkan pelaksanaannya pada bulan Mei ini.
Dalam komentarnya hari, Senin (3/5/2021), Yeheskili mengatakan, Abu Mazen tahu betul bahwa pemilu itu berarti akhir masa gerakan Fatah di panggung kekuasaan Palestina. Menurutnya, hal itu didasarkan pada hasil jajak pendapat baru-baru ini.
Yehezkili menyatakan bahwa Abbas berusaha melemparkan tanggung jawab pada otoritas pendudukan Israel meskipun penjajah belum mengambil sikap resmi dan tidak akan mencegah Abbas untuk menyelenggarakan pemilu tersebut. Sedang soal kunjungan kepala dinas keamanan umum Israel Shin Bet, Nadav Arjman, ke Ramallah adalah dalam rangka untuk memperingatkan Abbas, katanya dikutip Palestine Information Centre (PIC).
Yehezkili mengakui bahwa adalah kepentingan Israel menuntut untuk tidak dilaksanakan pemilihan umum Dewan Legislatif Palestina. Karena penjajah khawatir pengalaman tahun 2006 akan terulang kembali, dampaknya pengambilalihan Tepi Barat oleh pejuang Hamas. Dan jika hal itu terjadi, maka hal itu dianggap sebagai mimpi buruk bagi Israel, katanya.*