Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Baitul Maqdis yang Istimewa Sejak Masa Lalu, Kini, dan Mendatang

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 Mei 2021 14:00 2:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 Mei 2021 14:10
Bagikan
Baitul Maqdis
Bagikan

Hidayatullah.com | Baitul Maqdis adalah negeri barakah. Allah SWT menyebut keberkahan Baitul-Maqdis di empat surah dalam al-Qur’an:

وَنَجَّيۡنٰهُ وَلُوۡطًا اِلَى الۡاَرۡضِ الَّتِىۡ بٰرَكۡنَا فِيۡهَا لِلۡعٰلَمِيۡنَ

“Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami barakahi untuk sekalian manusia.” (al-Anbiya’ [21]: 71).

وَلِسُلَيۡمٰنَ الرِّيۡحَ عَاصِفَةً تَجۡرِىۡ بِاَمۡرِهٖۤ اِلَى الۡاَرۡضِ الَّتِىۡ بٰرَكۡنَا فِيۡهَا‌ؕ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىۡءٍ عٰلِمِيۡنَ

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang telah kami barakahi…” (al-Anbiya’ [21]: 81).

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

وَجَعَلۡنَا بَيۡنَهُمۡ وَبَيۡنَ الۡقُرَى الَّتِىۡ بٰرَكۡنَا فِيۡهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَّقَدَّرۡنَا فِيۡهَا السَّيۡرَ ؕ سِيۡرُوۡا فِيۡهَا لَيَالِىَ وَاَيَّامًا اٰمِنِيۡنَ

“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan barakah kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan aman.” (Saba’ [34]: 18).

وَاَوۡرَثۡنَا الۡـقَوۡمَ الَّذِيۡنَ كَانُوۡا يُسۡتَضۡعَفُوۡنَ مَشَارِقَ الۡاَرۡضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِىۡ بٰرَكۡنَا فِيۡهَا‌ ؕ وَتَمَّتۡ كَلِمَتُ رَبِّكَ الۡحُسۡنٰى عَلٰى بَنِىۡۤ اِسۡرَاۤءِيۡلَۙ بِمَا صَبَرُوۡا‌ ؕ وَدَمَّرۡنَا مَا كَانَ يَصۡنَعُ فِرۡعَوۡنُ وَقَوۡمُهٗ وَمَا كَانُوۡا يَعۡرِشُوۡنَ

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri barakah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk kekhalifahan Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.” (al-A’raf [7]: 137).

سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ

“Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil-Haram ke Masjidil-Aqsha yang telah Kami barakahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami…” (al-Isra’ [17]: 1).

Empat ayat pertama berkaitan dengan masa sebelum Islam. Baitul-Maqdis disebut sebagai al-ardh al-lati barakna fiha (tanah atau negeri yang telah Kami karuniai barakah). Ini mengacu pada keseluruhan negeri yang telah dikaruniai barakah, yang dapat didefinisikan batas-batasnya secara geografis.

Ayat yang kelima berkaitan dengan peristiwa Isra’ Mi’raj. Masjid al-Aqsha disebut al-ladzi barakna hawlahu (yang telah Kami lingkari/lingkupi dengan barakah). Hal ini mengacu pada titik pusat sebuah negeri yang dilingkari barakah, yang akan sulit atau bahkan tidak mungkin didefinisikan (kawasannya) secara geografis.

Ringkasnya, empat ayat yang pertama mengacu pada kawasan Baitul-Maqdis, sementara ayat kelima mengacu pada pusat barakah di Baitul-Maqdis, yakni Masjid al-Aqsha.

Allah SWT juga berfirman bahwa barakah terdapat di Ka’bah:

اِنَّ اَوَّلَ بَيۡتٍ وُّضِعَ لِلنَّاسِ لَـلَّذِىۡ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلۡعٰلَمِيۡنَ‌‌ۚ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula ditegakkan untuk (tempat beribadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (Ali ‘Imran [3]: 96).

Dengan demikian, barakah di Makkah itu terdapat di Ka’bah, sementara di Baitul-Maqdis barakah itu melingkupi Masjid al-Aqsha.

Istimewa Sejak Nabi Adam

Allah SWT menurunkan Adam AS ke bumi untuk menjadi khalifah dan menyebarkan risalah tauhid kepada manusia. Selama ribuan tahun, risalah ini diantarkan sebagai suatu kesatuan oleh semua Nabi dan Rasul sesudah Adam dan sebelum Muhammad ﷺ. Ka’bah di Makkah dan Masjid al-Aqsha di Baitul-Maqdis adalah dua tonggak penting penyampaian risalah tersebut.

Di masa lalu, Baitul-Maqdis adalah markas para Nabi dan Rasul seperti Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, dan Nabi ‘Isa AS. Maryam, ibunda ‘Isa, dinazarkan oleh ibunya, istri Imran, untuk beribadah menyembah Allah SWT di Baitul-Maqdis. Di sinilah, di mihrabnya, Maryam dikunjungi oleh Jibril AS yang mengabarkan akan kelahiran ‘Isa.

Nabi Ibrahim AS yang dilahirkan di tepi sungai Eufrat (Iraq) berdakwah di sana sampai turun perintah berhijrah ke negeri Syam. Dari sini dia menuju Mesir. Penindasan Fir’aun mendorongnya untuk melakukan perjalanan lagi ke Baitul-Maqdis. Lalu dia membangun Ka’bah bersama anaknya, Ismail AS. Dengan anaknya yang seorang lagi, Ishaq AS, Ibrahim membangun kembali Masjid al-Aqsha.

Allah SWT mengirim Musa AS kepada Bani Israil dan membebaskan mereka dari penindasan Fir’aun. Sesudah selamat meninggalkan Fir’aun yang tenggelam di laut, Musa memerintahkan kepada Bani Israil:

يٰقَوۡمِ ادۡخُلُوا الۡاَرۡضَ الۡمُقَدَّسَةَ الَّتِىۡ كَتَبَ اللّٰهُ لَـكُمۡ وَلَا تَرۡتَدُّوۡا عَلٰٓى اَدۡبَارِكُمۡ فَتَـنۡقَلِبُوۡا خٰسِرِيۡنَ

“Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Baitul-Maqdis) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (al-Ma’idah [5]: 21).

Kaki Bani Israil belum kering dari air laut yang menenggelamkan Fir’aun, namun mereka sudah membangkang dan menjawab:

فَاذۡهَبۡ اَنۡتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلَاۤ اِنَّا هٰهُنَا قَاعِدُوۡنَ

“Pergilah kamu dan Rabb-mu (ke Baitul-Maqdis yang saat itu dikuasai kaum Jabbabirah yang bertubuh raksasa) dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami duduk menanti di sini saja.” (al-Ma’idah [5]: 24).

Allah SWT kemudian menghukum dan mengusir mereka dari Baitul-Maqdis selama 40 tahun. Mereka terpaksa berputar-putar dalam kebingungan di Padang Tih sampai Allah turunkan generasi baru yang taat kepada Allah.

Generasi baru itu kemudian memasuki Baitul-Maqdis untuk berjihad di bawah pimpinan Nabi Yusa bin Nun AS –satu-satunya manusia yang untuknya Allah hentikan matahari tenggelam agar bisa terus berjihad dan merebut Baitul-Maqdis sebelum masuknya waktu Sabath.

Nabi Dawud AS bermarkas di Baitul Maqdis. Putranya, Sulaiman AS, menyelesaikan pembangunan Baitul-Maqdis dan meminta kepada Allah tiga hal. Salah satunya: Siapapun yang berangkat dari rumahnya dengan keinginan untuk shalat di Masjid al-Aqsha, maka dia akan keluar dari masjid dalam keadaan bebas dari dosa sebagaimana saat dilahirkan ibunya.

Kata Rasulullah ﷺ, “Dua permintaan Nabi Sulaiman dikabulkan Allah, dan aku berharap semoga yang ketiga itu juga demikian.” (Sunan Ibnu Majah, shahih).

Bani Israil kemudian melakukan dosa besar lagi, menyembah berhala. Allah SWT lalu menghukum mereka dengan hadirnya penguasa kejam yang menghancurkan Masjid al-Aqsha tahun 587 SM dan menangkapi anak-anak Bani Israil.

Allah SWT kemudian mengutus Nabi Danial dan akhirnya mengampuni Bani Israil serta mengizinkan mereka kembali ke Baitul-Maqdis. Allah juga mengutus nabi-nabi lain yang akhirnya dibunuhi juga, termasuk Yahya dan ‘Isa AS. Hingga tibalah waktunya Nabi Muhammad ﷺ diutus untuk seluruh alam dan terjadi peristiwa Isra’ Mi’raj.

Rasulullah ﷺ diperjalankan oleh Allah SWT dari Masjidil-Haram ke Masjid al-Aqsha. Beliau memimpin shalat dua rakaat semua Nabi dan Rasul, lalu naik ke langit menuju Sidratul-Muntaha dan menerima perintah shalat, kemudian turun lagi ke Baitul-Maqdis, dan akhirnya diperjalankan pulang ke Makkah.*

Ditulis oleh tim Institut al-Aqsa untuk Riset dan Perdamaian (ISA) (Majalah Suara Hidayatullah edisi Agustus 2018)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baitul Maqdisnegeri yang diberkahipalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bipang Ambawang Oleh-oleh Lebaran, Apa Iya Tepat, Tho Pak?
Tulisan selanjutnya arab saudi palestina Arab Saudi Kecam Pengusiran Warga Palestina di Sheikh Jarrah oleh “Israel”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?