Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Hampir Kedaluwarsa, Otoritas Palestina Batalkan Kesepakatan Pertukaran Vaksin dengan “Israel”

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 19 Juni 2021 12:42 12:42 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 19 Juni 2021 12:42
Bagikan
vaksin kedaluwarsa
Bagikan

Hidayatullah.com–Otoritas Palestina (OP), pengelola wilayah Palestina yang dijajah, telah membatalkan kesepakatan vaksin yang hampir kedaluwarsa dengan “Israel”.

Dilansir BBC pada Sabtu (19/06/2021), OP mengatakan vaksin Pfizer terlalu dekat dengan tanggal kedaluwarsa.

Sebelumnya, “Israel” mengatakan tidak membutuhkan stok vaksin lama dan akan menggunakannya untuk mempercepat program vaksinasi Palestina.

Sebagai imbalannya, OP akan memberi “Israel” jumlah vaksin yang sama seperti yang mereka harapkan dari Pfizer di akhir tahun.

Namun, ketika suplai pertama dari “Israel” tiba, para pejabat Palestina mengatakan vaksin tersebut mendekati tanggal kedaluwarsa dari yang diperkirakan.

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Mereka mengatakan tidak ada cukup waktu untuk menggunakannya, dan kesepakatan itu batal.

Juru bicara OP Ibrahim Melhem mengatakan pengiriman awal sekitar 90.000 dosis gagal sesuai “dengan spesifikasi yang terkandung dalam perjanjian, dan karenanya Perdana Menteri Mohammad Shtayyeh menginstruksikan menteri kesehatan untuk membatalkan perjanjian”.

“Pemerintah menolak menerima vaksin yang akan kedaluwarsa,” katanya dalam pernyataannya, dilaporkan kantor berita resmi Wafa.

Melhem menambahkan bahwa mereka akan menunggu pengiriman vaksin yang dipesan langsung dari Pfizer.

Dalam sebuah tweet sebelumnya pada hari Jumat, menteri kesehatan baru “Israel” Nitzan Horowitz mengatakan bahwa “virus corona tidak mengenal batas dan tidak membedakan orang”.

Dia mengatakan bahwa “pertukaran vaksin yang penting” adalah untuk kepentingan kedua belah pihak. Dia juga berharap untuk “kerja sama antara Israel dan tetangga Palestinanya di wilayah lain”.

Kantor Perdana Menteri “Israel” Naftali Bennett mengatakan “Israel telah menandatangani perjanjian dengan Otoritas Palestina. Dan akan memasok sekitar satu juta dosis vaksin Pfizer yang akan segera kedaluwarsa”, tanpa menentukan tanggal penggunaan.

“Israel akan menerima jumlah dosis Pfizer yang sama pada September/Oktober 2021. Yang diperuntukkan bagi Otoritas Palestina,” bunyi pernyataan “Israel”.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19israelpalestinaVaksin KedaluwarsaVaksin Pfizer
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menyangkal Genosida Muslim Bosnia , Menteri Montenegro Dipecat
Tulisan selanjutnya Kondisi Kaum Muslim di Perkampungan Seko: Belum Tahu Cara Shalat, Minim Mushaf Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?