Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Otoritas Palestina Bredel Al Jazeera di Tepi Barat, Ikuti Langkah Penjajah ‘Israel’

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 3 Januari 2025 18:10 6:10 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 2 Januari 2025 15:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Al Jazeera menyesalkan keputusan Otoritas Palestina (OP) untuk menutup kantornya di Tepi barat dan melarang siaran media yang vokal mengungkapkan kejahatan ‘Israel’ di Palestina yang terjajah.

Pernyataan itu dirilis setelah Otoritas Palestina pada Rabu (01/01/2024) memerintahkan penangguhan siaran Al Jazeera dan menuduh jaringan media yang berkantor pusat di Qatar itu menayangkan “konten menghasut”.

“Al Jazeera Media Network mengecam keputusan Otoritas Palestina untuk membekukan pekerjaan dan liputannya di Tepi Barat. Al Jazeera menganggap keputusan ini tidak lain adalah upaya untuk menghalangi saluran tersebut untuk meliput peristiwa yang meningkat dengan cepat yang terjadi di wilayah pendudukan,” bunyi pernyataan resmi Al Jazeera pada hari Kamis.

“Dan – sayangnya – keputusan seperti itu sejalan dengan tindakan sebelumnya yang diambil oleh pemerintah Israel, yang menutup kantor Al Jazeera di Ramallah,” tambah pernyataan tersebut.

Pihak Al Jazeera mendesak OP untuk ‘segera mencabut dan membatalkan keputusan itu’ dan mengizinkan tim-tim medianya untuk melakukan liputan di Tepi Barat ‘tanpa ancaman atau intimidasi’.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Adanya larangan tersebut, lanjut Al Jazeera, tidak akan menghalangi komitmennya untuk terus melakukan peliputan profesional atas perisitiwa di Tepi Barat.

Keputusan penangguhan Al Jazeera diterbitkan oleh komite kementerian yang terdiri dari kementerian kebudayaan, dalam negeri dan komunikasi. Mereka menuduh peliputan Al Jazeera sebagai “materi yang menghasut dan laporan-laporan yang menipu serta memicu perselisihan” di negara tersebut.

Keputusan tersebut diambil setelah Fatah, faksi Palestina yang menguasai Otoritas Palestina, melarang Al Jazeera untuk melakukan peliputan dari gubernuran Jenin di Tepi Barat bagian utara yang diduduki, dengan alasan peliputan baku tembak antara aparat OP dan kelompok-kelompok perlawanan Palestina di daerah tersebut.

Fatah pada 24 Desember menuduh Al Jazeera tersebut menebarkan perpecahan di “tanah air Arab kita secara umum dan di Palestina secara khusus” dan mendorong warga Palestina untuk tidak bekerja sama dengan jaringan media tersebut.

Menanggapi hal itu, Al Jazeera berbalik mengecam Fatah yang telah menyebarkan “tuduhan menghasut” terkait peliputan perselisihan dengan kelompok perlawanan Palestina di Jenin.

Dalam pernyataannya pada hari Kamis, Al Jazeera Media Network mengatakan bahwa mencegah jurnalisnya untuk melakukan tugas mereka adalah “upaya untuk menyembunyikan kebenaran tentang peristiwa di wilayah pendudukan, terutama apa yang terjadi di Jenin dan kamp-kampnya”.

Jaringan tersebut mengatakan bahwa mereka “terkejut dengan keputusan ini, yang datang pada saat perang di Jalur Gaza masih berlangsung, dan penargetan dan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina oleh pasukan pendudukan Israel”. Mereka mengatakan bahwa mereka menganggap PA “bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan keamanan” semua karyawannya di Tepi Barat yang diduduki.

Hamdah Salhut dari Al Jazeera, yang melaporkan dari ibukota Yordania, Amman, mengatakan bahwa penyerangan yang dilakukan oleh aparat OP terhadap kelompok perlawanan di Jenin tidak disukai oleh warga Palestina di Tepi Barat.

“OP telah melakukan penggerebekan sendiri yang terpisah dari pasukan Israel… PA telah meningkatkan penggerebekan tersebut dalam empat minggu terakhir,” kata Salhut. “Tindakan keras di tempat-tempat seperti Jenin telah menewaskan beberapa warga Palestina.”

Penjajah ‘Israel’ pada bulan September mengeluarkan perintah militer kepada Al Jazeera untuk menutup operasinya setelah mereka menggerebek kantor biro media tersebut di kota Ramallah, Tepi Barat, yang merupakan basis OP.

Sementara itu, OP, yang berkoordinasi keamanan dengan ‘Israel’, terus melanjutkan tindakan kerasnya di Jenin – kubu bagi kelompok-kelompok bersenjata Palestina yang menentang penjajahan zionis.

Beberapa warga sipil, aparat OP dan pejuang bersenjata telah terbunuh sejak dimulainya “Operasi Lindungi Tanah Air”, termasuk komandan Brigade Jenin, Yazid Ja’ayseh.

Pertempuran ini telah meningkatkan kecaman masyarakat terhadap Otoritas Palestina karena bekerja sama dengan ‘Israel’ dan menjalankan agenda Zionis.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al JazeeraHeadlineisraelOtoritas PalestinapalestinaTepi BaratZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Usai Dipecat dari Jabatan Menteri Pertahanan Yoav Gallant Pilih Mundur dari Parlemen Israel
Tulisan selanjutnya Prancis Mengaku Serang Posisi ISIS di Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?