Direktorat Pertahanan Sipil di Jalur Gaza menerbitkan statistik setahun genosida di Jalur Gaza.
Selama setahun ini, 3.654 pembantaian dilakukan oleh musuh, mengakibatkan lebih dari 51.870 orang syahid dan 10.000 orang hilang di balik reruntuhan. Sekitar 69% diantaranya adalah anak-anak dan perempuan.
Sebanyak 902 keluarga musnah tak tersisa, dan 36 orang syahid karena kelaparan.
Dari jumlah syahid tersebut, 986 diantaranya adalah staf medis, 175 jurnalis, dan 85 adalah petugas pertahanan sipil. Dengan 2.300 dari jasad-jasad tersebut dicuri oleh pasukan “Israel” dari 19 pemakaman di seluruh Gaza.
Tempat penampungan pengungsi, yang jumlahnya mencapai 187, telah menjadi sasaran serangan “Israel”, termasuk 27 tempat penampungan dalam dua hari terakhir.
Fasilitas pendidikan juga menjadi sasaran serangan udara “Israel” dengan 462 sekolah dan universitas telah dihancurkan. 12.700 dari mereka yang syahid adalah pelajar, sementara 750 di antaranya adalah guru, dan 130 di antaranya adalah ilmuwan dan akademisi.
Sebagian besar fasilitas medis, meliputi 34 rumah sakit, 80 puskesmas, dan 162 pusat kesehatan hingga kini tidak beroperasi karena hancur dan rusak. Sementara 131 ambulans menjadi sasaran serangan “Israel”.
Dari 1.245 masjid di Gaza, 815 di antaranya hancur tak tersisa sedangkan sisanya rusak. Tiga gereja juga hancur.
“Israel” menggunakan 85.000 ton bahan peledak untuk membombardir Gaza, setara dengan enam bom Hiroshima dan menghancurkan 200.000 rumah.
3.130 km jaringan listrik hancur, 330.000 meter jaringan air, 655.000 meter jaringan limbah, dan 2.835.000 meter jaringan jalan dan jalan raya.
86% dari Jalur Gaza telah hancur.