Hidayatullah.com – Pasukan keamanan Otoritas Palestina (OP) menewaskan seorang pejuang senior perlawanan anti-pendudukan di kota Jenin, yang diduduki Israel, pada hari Sabtu, yang semakin memicu ketegangan di dalam negeri Palestina.
Yazid Ja’ayseh, seorang pemimpin Brigade Jenin yang dipimpin oleh Jihad Islam, yang beroperasi terutama di kamp pengungsi Jenin. ‘Israel’ dilaporkan telah memburunya dan selalu gagal menangkapnya selama 4 tahun.
Dia terbunuh dalam sebuah serangan di Jenin yang dilancarkan oleh pasukan OP pada Sabtu pagi, kata kelompok Jihad Islam.
“Penargetan kelompok-kelompok perlawanan oleh pihak berwenang di Jenin sepenuhnya sejalan dengan agresi dan kriminalitas penjajah (Israel),” imbuh Jihad Islam.
Kelompok-kelompok Palestina lain turut mengecam pembunuhan tersebut, termasuk Hamas.
Pejabat Hamas Abdul-Rahman Shadeed mengatakan bahwa organisasi yang dipimpin Mahmoud Abbas tersebut mengundang “perselisihan internal” dengan tindakannya dan mendesaknya untuk “menghentikan” hal itu.
Berbicara kepada Al Jazeera, ia mengatakan: “Otoritas Palestina harus memperkuat perjuangan nasional, bukannya menargetkan para pemimpin lapangan di Tepi Barat.”
Penyerbuan dan pembunuhan pada hari Sabtu terjadi di tengah meningkatnya serangan oleh pasukan OP terhadap warga Palestina di Tepi Barat.
Pasukan OP menembak dan membunuh seorang warga berusia 19 tahun yang tidak bersenjata pada Senin dalam sebuah penyerbuan di Jenin.
OP berdalih bahwa penyerbuan di Jenin, yang menargetkan kelompok-kelompok anti-pendudukan bersenjata, merupakan bagian dari upaya untuk memulihkan hukum dan ketertiban.
Pada hari Sabtu, OP mengatakan bahwa mereka telah meluncurkan kampanye baru di Jenin untuk “menjaga keamanan dan ketertiban umum, menegakkan supremasi hukum, dan mencegah hasutan dan kekacauan di kamp Jenin”.
Media lokal melaporkan adanya baku tembak antara pasukan OP dan pejuang perlawanan di tengah penyerbuan tersebut.
Kamp pengungsi Jenin juga telah dikepung oleh pasukan OP di tengah-tengah serangan tersebut.*