Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Mahmoud Abbas Hina Hamas dengan Menyebut “Anak Anjing”, Warga Marah

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 April 2025 08:49 8:49 am
Ahmad
Dipublikasikan 24 April 2025 08:49
Bagikan
PM ‘Israel’ Benjamin Netanyahu, kanan, berbicara dengan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich pada 7 Januari 2024 | (Kiri) Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas, berpose dengan PM PA yang baru Mohammad Mustafa (Ronen Zvulun/Pool via AP; PPO / AFP)
Bagikan

Hidayullah.com—Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas memicu gelombang kemarahan rakyat Arab dan pengguna media sosial menyusul pernyataan terbarunya,  mencakup serangan tajam dan pernyaan merendahkan kelompok perlawanan Palestina di Gaza, khususnya Hamas.

Pernyataan itu disampaikannya saat pembukaan sidang ke-32 Dewan Pusat Palestina, di mana ia menuntut penyerahan tawanan ‘Israel’ yang ditahan oleh kelompok perlawanan, dengan menggunakan bahasa tidak pantas, menggambarkan Hamas sebagai “anak anjing”.

Abbas mengatakan para sandera memberikan alasan bagi ‘Israel’ untuk terus menyerang wilayah yang terkepung.

“Anak-anak anjing melepaskan para sandera dan menyangkal pembenaran mereka,” kata Abbas dalam pidato panjang yang disiarkan televisi dari Ramallah di Tepi Barat yang diduduki pada hari Rabu (23/4/2025).

Dalam pidatonya selama satu jam, Abbas meninjau kerugian yang dialami warga Palestina sejak dimulainya genosida ‘Israel’.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Kritik Media Sosial

Pernyataan Mahmoud Abbas itu adalah yang paling keras terhadap kelompok itu yang disampaikan presiden sejak perang dimulai 18 bulan lalu.

Pernyataan Abbas dikutuk secara luas di media sosial, dengan banyak aktivis dan penulis mencuit kemarahan dan kekecewaan. Mereka mengkritik posisi PA dan Mahmoud Abbas digambarkan sebagai kelompok yang berpihak pada penjajah ‘Israel’, alih-alih berfokus pada penderitaan rakyat Palestina yang dikepung dan diserang terus-menerus.

“Demi Allah, tidak ada warga Palestina yang akan merasa terhormat jika memiliki orang ini sebagai presiden mereka. Ia berhenti mengutuk musuh rakyat Palestina, yang bersikap keras dan gagal dalam kesepakatan tahanan, sebagaimana dibuktikan oleh para mediator dan semua orang yang berpikiran adil, untuk menyerang Hamas dengan bahasa cabul yang hanya pantas bagi segelintir anggota gerakan yang telah berbalik melawan dirinya sendiri dan menempatkan dirinya dalam pelayanan pendudukan,” kata seorang pemilik akun X.

Netixen lain menambahkan, “Mahmoud Abbas adalah salah satu alasan pemborosan hak-hak Palestina, dan dia adalah faktor kunci yang memungkinkan pendudukan menguasai wilayah Palestina. Dia tidak layak menjadi pemimpin atau presiden yang mewakili perjuangan Palestina. Awal dari berakhirnya penjajah dimulai dengan berakhirnya kekuasaan Abbas.”

Seorang anggota biro politik Hamas, Bassem Naim, mengkritik keputusan Abbas untuk “menggambarkan bagian penting dan integral dari rakyatnya sendiri dengan menggunakan bahasa yang merendahkan”, menurut kantor berita AFP.

“Abbas berulang kali dan dengan curiga menyalahkan rakyat kami atas kejahatan pendudukan dan agresi yang sedang berlangsung,” tambahnya.

Diketahui, Mahmoud Abbas dan kelompoknya tidak pernah mengutuk serangan genosida 7 Oktober terhadap ‘Israel’, namun ia meminta dukungan penjajah dan AS untuk bisa mengelola Jalur Gaza setelah hancur.

Pidato Abbas memaparkan visinya untuk mendirikan negara Palestina, menyerukan diakhirinya perang di Gaza, dan memperbarui seruan untuk menyatukan faksi-faksi politik Palestina di bawah naungan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang sekuler.  

“Hamas harus mengakhiri kontrolnya atas Jalur Gaza, menyerahkan semua urusannya kepada Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Otoritas Nasional Palestina, memilih tidak melawan penjajah, dan berubah menjadi partai politik yang beroperasi sesuai dengan hukum negara Palestina dan mematuhi legitimasi internasional,” dikutip CNN.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) adalah aliansi pihak-pihak yang menandatangani perjanjian damai dengan penjajah ‘Israel’ pada tahun 1993 dan membentuk pemerintahan baru di Otoritas Palestina dengan janji-janji kenegaraan yang menjadikan dirinya hanya boneka.

Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan Otoritas Nasional Palestina (ONP) merupakan dua entitas politik penting dalam perjuangan rakyat Palestina, dan keduanya didominasi oleh kelompok Fatah, yang berhaluan sekuler.

Otoritas Palestina (Otoritas Nasional Palestina / Palestinian Authority – PA) didirikan pada tahun 1994, sebagai hasil dari Perjanjian Oslo yang ditandatangani antara Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) dan penjajah ‘Israel’ pada tahun 1993.

Degan kesepakatan itu PAyang dipimpin Yasser Araraf (1996-2004) lebih memilihberdamai dengan penjajah, sementara Hamas yang didominasi kelompok Islam, tidak mengakui eksistensi “negara palsu ‘Israel’”, menolak Perjanjian Oslo, dan tetap mengangkat senjata untuk merebut kembali negerinya yang dijajah.

Mahmoud Abbas secara resmi menggantikan Yasser Arafat sebagai Presiden Otoritas Palestina (PA) pada tanggal 15 Januari 2005, setelah pemilu presiden Palestina yang digelar pada 9 Januari 2005.

Hamas dan PA terpecah belah beberapa beberapa dekade.  Otoritas Palestina (PA) menguasai wilatah Tepi Barat, sementara pemerintahan Hamas menguasai Jalur Gaza.

Sampai hari ini popolaritas Mahmoud Abbas (89 tahun) terus menurun di mata rakyat Palestina. Ia dan kelompoknya dianggap tidak relevan dan dianggap banyak terlibat korupsi.  

Bulan Desember 2023, sebuah jajak pendapat terhadap warga Palestina  di tengah kehancuran Gaza menunjukkan peningkatan dukungan terhadap pejuang Hamas.

Sebanyak 90% warga bahkan menolak Presiden Otoritas Palestina (PA) yang didukung Barat dan penjajah ‘‘Israel’’, Mahmoud Abbas, dan meminta dirinya mundur teratur.

Jajak pendapat terbaru ini dilakukan Pusat Penelitian Kebijakan dan Survei Palestina (PSR) di Tepi Barat dan Jalur Gaza antara tanggal 22 November dan 2 Desember 2023.

Dr. Khalil Al-Shaqaqi, Direktur PRS mengatakan dukungan terhadap PA semakin menurun, dan hampir 60% kini mengatakan bahwa PA harus dibubarkan.

“Tingkat anti-Amerikanisme dan anti-Barat sangat besar di kalangan warga Palestina karena sikap mereka terhadap hukum kemanusiaan internasional dan apa yang terjadi di Gaza,” kata Shaqaqi.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anak anjingHAMASHeadlineisraelMahmoud AbbasOtoritas PalestinaPArakyat Arab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dakwah di Jalanan Filipina, Dialog 10 Menit Langsung Bersyahadat
Tulisan selanjutnya ‘Israel’ Palsukan Penemuan Terowongan untuk Gagalkan Kesepakatan Gencatan Senjata

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Berita
20 Juli 2026 14:30
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?