Hidayatullah.com–Bukan hanya menjajah tanah Palestina dan penduduknya, bahasa sebagai identitas Arab dan Muslim pun hendak disingkirkan dari wilayah pendudukan. Hal ini terlihat dari langkah mereka mengubah nama-nama wilayah Arab yang tertulis di petunjuk arah lalu-lintas.
Situs berita Al Jazeera (18/3/2012) melansir bahwa pihak penjajah Zionis telah melakukan usaha untuk menghapus nama-nama Arab di peta, lembaga resmi serta petunjuk lalu-lintas. Terkadang mereka juga menulisnya namun dengan merubahnya dari bahasa aslinya.
Sebelumnya Yisrael Katz menteri lalu-lintas Zionis sejak tahun 2010 telah melakukan langkah Yahudisasi wilayah Arab yang mereka duduki, termasuk dengan merubah nama-nama Arab di petunjuk lalu-lintas.
Sebagai contoh, di petunjuk arah lalu-linta mereka telah merubah nama kota Baisan menjadi “Bet She’an”, Shafad menjadi “Tasfat” sedangkan Akka menjadi “Akko”.
Jum’iyah At Tsaqafah Al Arabiyah sebuah LSM Arab pada tahun 2011 juga mengungkap adanya 16 ribu kesalahan bahasa dalam buku-buku pelajaran tingkat dasar, dan itu yang menjadi pegangan Kementerian Pendidikan.
Ketua Majma’ Lughah Al Arabiyah (Dewan Bahasa Arab) Haifa, Mahmud Ghanayim menanggapai hal ini dengan menyampaikan bahwa bahasa Arab bukan hanya masalah huruf namun ia merupakan identitas yang menunjukkan keberadaan warga Palestina di wilayah pendudukan. Ia juga menegaskan jika warga Arab tidak menggunakan bahasa Arab, maka ia telah melepaskan identitasnya.