Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Gereja Persatuan Methodist bergabung dengan gerakan BDS

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Maret 2016 10:35 10:35 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Maret 2016 10:35
Bagikan
sejarawan penghargaan israel
Gerakan BDS di Paris, Prancis
Bagikan

Hidayatullah.com–Sejak Januari, gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) yang menyerukan isolasi ekonomi dan kebudayaan Israel hingga negara itu mematuhi hukum internasional atas hak Palestina, telah memperlihatkan hasil.

Pada Januari,  Persatuan Gereja Methodist –melalui Dewan Pensiun dan Manfaat Kesehatan Gereja Methodist Amerika  (GBPHB)– mengumumkan keputusannya untuk mencabut investasi dari lima bank Israel yang mereka katakan gagal dalam memenuhi kriteria investasi 2015 dalam hal hak asasi manusia dan kelebihan resiko.

Menurut GBPHB, saham di Bank Hapoalim, Bank Leumi, First Internasional Bank of Israel, Israel Discount Bank, dan Mizrahi Tefahit Bank telah dijual karena keterlibatan finansial mereka dalam pemukiman Yahudi Israel di Tepi Barat.

Aljazeera menemui Colette Nies, salah satu direktur GBPHB, yang menolak untuk berkomentar lebih lanjut tentang pencabutan investasi dan menunjuk pada beberapa siaran pers yang menekankan bahwa Gereja Methodist, aliran utama gereja Protestan terbesar di AS dengan 13 juta anggota, “tidak mencabut investasi” dari Israel sepenuhnya.

Sebuah unsur budaya

Baca Juga

Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah
Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional
Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

Langkah GBPHB masih disambut gembira oleh aktivis BDS di seluruh AS, yang melihat sebuah gelombang perubahan dalam perlawanan aktivis AS terhadap keadilan Palestina.

“Ketika kami mulai berdemonstrasi dalam dukungan pada Palestina dengan menyeru untuk BDS, kemenangan sebenarnya saar BDS disebutkan dalam pers. Sekarang, gerakan ini membuat dampak yang nyata,” kata Ethan Heitner, seorang kartunis politik dan aktivis, dalam sebuah wawancara dengan Aljazeera. Dia bekerja dengan Adalah-NY, semua anggota merupakan sukarelawan yang bersama melakukan aksi untuk mendukung BDS Palestina.

Dia melihat, dalam waktu dekat, sebuah akhir dari penjajahan Israel. “Kita makin dekat setiap harinya, ” ujarnya dikutip Aljazeera, Selasa (01/03/2016).

Adalah-NY merupakan sebuah koalisi dari organisasi yang berkampanye melawan kebijakan Israel sejak 2006, selama perang terakhir dengan militan di Libanon, Hizbullah. Koalisi ini tanpa hirarki/kepemimpinan bertingkat, dan telah aktif mengorganisir protes jalanan dan aksi lainnya.

“Setiap pekerja budaya memiliki panggung, dan mereka berbicara pada tingkat narasi. Mereka tidak tahu bagaimana berbicara dalam bahasa buku-buku atau kepentingan,” ujar Bagi Heitner, seniman yang sangat ingin memajukan gerakan ini.

Diantara mereka yang mendorong agar para pekerja seni dan organisasi-organisasi internasional mengambil sikap melawan pelanggaran hak asasi manusia Israel. Sebagai contohnya, Adalah-NY merupakan bagian dari koalisi besar yang beraksi melawan peran ganda aktris Scarlett Johansson sebagai duta untuk Oxfam, sebuah kelompok hak asasi Inggris yang bekerja mencari solusi kemiskinan dan ketidakadilan di seluruh dunia, dan juru bicara untuk SodaStream, sebuah perusahaan soda dengan pabrik di Tepi Barat.

“Nyatanya, Johansson memilih SodaStream tetapi dia dipaksa untuk membuat prioritasnya diketahui,” kata Heitner, merujuk pada keputusan Johansson mundur dari posisinya di Oxfam setelah kelompok itu meminta dia memilih antara iklan dan hak asasi manusia.

Sekarang, Adalah-NY sedang berfokus pada hubungan antara miliader berlian Lev Leviev dan bintang pop Taylor Swift.

Dukungan perusahaan Afrika-Israel Leviev diketahui telah ikut andil dalam pembangunan pemukiman ilegal di Tepi Barat, dan telah dituduh melanggar hak asasi manusia melalui kegiatan penambangan perusahaanya di negara yang kaya berlian Angola.

Swift terlihat menggenakan berlian Leviev pada September 2015 dalam pemotretan untuk Vanity Fair. Penyanyi itu tidak merespon seruan aktivis BDS untuk menjauhi dirinya dari Leviev.

Sebagai responnya, anggota Adalah-NY melakukan protes di luar tempat Leviev New York, sembari menyanyikan lagu Swift dengan lirik yang diubah menjadi versi pro-BDS.

Salah satu alasan boikot budaya sangat penting bagi getakan BDS adalah karena boikot itu tepat mengenai pusat dari publik Israel.

“Lingkup budaya merupakan sesuatu yang sangat dekat dan bernilai dalam lingkungan Israel,” Heitner melanjutkan. “Setiap kali seorang seniman/artis memilih untuk memboikot …  Hal itu menyebabkan Israel memperhatikan isolasi yang pelan-pelan mengelilingi Israel karena pelanggaran hak asasi mereka.”*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BDSboikotDivestasi dan SanksiGereja Methodistisrael
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Santri: Antara Dakwah dan Islah
Tulisan selanjutnya Menolak Serahkan Data WhatsApp, Petinggi Facebook Diciduk di Brazil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Palestina Terkini

Serangan Baru ‘Israel” Menunjukkan Penjajah Tak Peduli “Dewan Perdamaian”

1 Februari 2026 18:43
Palestina Terkini

Dosen Fakultas Ushuluddin Ungkap Kesaksian Akademik tentang Abu Ubaidah 

3 Januari 2026 19:52
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?