Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Mengenal Sosok Fadi al-Batsh, Pakar Energi Palestina yang Dibunuh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 April 2018 13:51 1:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 April 2018 09:18
Bagikan
Persiapan pemberangkatan jenazah imam Palestina yang ditembak
Bagikan

Hidayatullah.com—Sudah hampir seminggu pemberitaan atas pembunuhan al Hafidz Dr Fadi Muhammad al-Batsh, imam asal Palestina di Malasyia  dimuat berbagai media.

Namun sampai hari ini, ulasan atas kasus pembunuhan pakar energi kelahiran  Jabalia, wilayah utara Jalur Gaza ini masih diungkap media.  Salah satunya ilmu pengetahuan dan keahlian yang dimiliki salah satu sumber yang membuat ia harus dihabisi musuh.

Sebagaimana diketahui, Dr Fadi Muhammad al-Batsh, adalah ilmuwan muda berusia 35 tahun, tinggal di Malayasia sejak 10 tahun. Pria yang memiliki tiga orang anak kecil ini meraih  sarjana dan magister diperoleh di bidang tehnik listrik di Universitas Islam di Gaza hingga akhir tahun 2009.

Gelar doktor tehnik listrik diperoleh dari Universitas Malaya di Malaysia tahun 2015. Desertasi doktoralnya berjudul: “Meningkatkan Efisiensi Jaringan Transmisi Energi Listrik Menggunakan Teknologi Daya Elektronik”.

Al-Batsh juga bekerja sebagai dosen Teknik Listrik, spesialis Daya Elektronik, di Universitas Kualalumpur (UNIKL), Malaysia.

Baca Juga

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina
Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

Selama karir akademiknya, Fadi telah menerbitkan 18 riset dalam bidang ilmiah tingkat global dan konferensi internasional. Dia pernah mengikuti konferensi internasional di Jepang. Ikut juga dalam penelitian ilmiah di konferensi-konferensi internasional yang diadakan Inggris, Finlandia, Spanyol, Saudi dan di Malaysia sendiri.

Dr Musa Mohd Nordin, Ketua, Viva Palestina Malaysia (VPM) dan Haji Yuzaidi Yusoff Ketua, Profesional Muslim Forum (MPF) memberi kesaksian, Dr Fadi adalah ilmuwan jenius. 

“Tidak diragukan lagi dia adalah seorang sarjana yang benar benar-benar jenius. Memenanngi Beasiswa Yayasan Khazanah-VPM, Ivy League, untuk mereka yang bergelas  PhD pada tahun 2013. Tiga tahun kemudian pada 2016 Agustus, ia menerima penghargaan khusus dan penghargaan tinggi di Yayasan Biasiswa Khazanah, 10th Anniversary diberikan oleh Perdana Menteri Malaysia. Ini adalah dari banyak penghargaan dan hadiah atas prestasinya.”

Yayasan Khazanah, adalah penyedia utama beasiswa yang didirikan oleh Khazanah Nasional Berhad tahun 2006  guna memilih, mendukung, dan mendorong individu yang memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin di masa depan.

Baca: Bagaimana Mossad Lakukan Operasi Pembunuhan

Selain itu, al Hafidz Dr Fadi al Bats juga telah mendapatkan beberapa penghargaan ilmiah kelas tinggi di Malaysia. Di antaranya Malaysian Treasury Award tahun 2016 yang merupakan penghargaan paling bergensi di Malaysia, penghargaan yang diberikan kepada orang Arab pertama dalam kategori tersebut.

Atas pernghargaan yang diperolehnya ini, al-Batsh pernah mengatakan, “Kami ingin menyampaikan pesan kepada dunia bahwa orang Palestina gigih dalam penemuan dan kreativitas, tidak dihentikan oleh batas-batas (geografis).”

Dia juga pernah menyatakan bahwa penghargaan ini dulunya dikhususkan untuk orang Malaysia saja.  “Dan saya adalah orang Arab dan Palestina pertama yang mendapatkan penghargaan ini,” ujarnya dikutip PIC.

Salah satu rekan Al-Bats dari Malaysia, Mohammad Mosleh menulis, Al Bats adalah ilmuan sangat bermutu yang sedang menyiapkan problem kelistrikan di Gaza, yang telah diblokade penjajah Israel hampir 11 tahun.

“Penelitian difokuskan pada perangkat yang akan mengurangi 18% resistansi listrik dan bisa berguna untuk memecahkan masalah pemadaman listrik di Jalur Gaza,” ujarnya melalui twitter.

Banyak rekan mereka di Malaysia bersedih, karena almarhum dikenal seorang akademisi yang sangat berbakat dan orang yang baik hati.

“Fadi adalah teman sekaligus kolega. Saya belum pernah bertemu dengan seorang peneliti yang sangat aktif, bersemangat, dan antusias seperti Fadi. Ia adalah aset dan ilmu pengatahuan bagi Palestina sekaligus beban bagi musuh-musuh Palestina dan musuh yang memberi penjelasan yang sempurna,” ujar sahabat dekatnya yang tau mau disebut namanya sebagaimana dikutip laman palestinechronicle.

Baca: Mossad Dicurigai Berada Di Balik Pembunuhan Imam Palestina di Malaysia

“Dia adalah aset bagi Palestina dan sainstis dan tanggung jawab kepada musuh-musuh Palestina dan musuh pencerahan. Hanya Israel yang mendapat manfaat dari pembunuhan Fadi. Israel selalu datang setelah para intelektual, akademisi, dan talenta Palestina. Ini memiliki sidik jari Israel yang kotor, dan berlumuran darah di atasnya. ”

Dr Fadi M Al-Batsh dibunuh pada hari Sabtu (21/04/2018) pagi dengan sejumlah peluru yang menembus kepala dan tubuhnya, saat perjalanan menuju masjid untuk melaksanakan shalat Subuh di Ibu Kota Malaysia, Kualalumpur.

Banyak analisis keamanan menuduh dinas intelijen luar negeri Zionis Mossad ada di belakang kejahatan pembunuhan ini, sebagaimana kejahatan serupa yang menarget pada ilmuwan-ilmuwan Muslim berbakat di seluruh dunia. [Baca juga: “Sidik Jari” Mossad dalam Pembunuhan Cendekiawan Muslim]

Ayah al-Batsh mengatakan kepada aljazeera   menuduh Mossad bertanggung jawab atas pembunuhan ini. Dia menyerukan pemerintah Malaysia melakukan investigasi segera untuk mengungkap status aksi pembunuhan ini.

Dia mengatakan bahwa putranya “sangat unggul bagi dalam bidang teknik listrik. Telah memenangkan beberapa penghargaan internasional di bidang ini. Untuk itulah mengapa penjajah Israel melihatnya sebagai ancaman terhadapnya.”

Sebagaimana diketahui, Mossad selalu menargetkan para ilmuwan Arab dan Muslim di banyak negara, dengan tujuan agar orang Arab dan Islam tak memiliki keunggulan di bidang energi dan teknologi.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aqsa SyarifditembakFadi M R AlbatshgazailmuwanImam Fadiimam palestinaisraellistrikMalaysiamata-matamatiMossadMyCAREPenghargaanPUMZionis
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Fadli Zon: Penguasa yang Meminggirkan Umat Pasti Tak Mengerti Sejarah
Tulisan selanjutnya Mengenal EM-10, Bahan Penghancur Sampah Karya Dosen Muslimah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Palestina Terkini

Netanyahu Tegaskan Tak Akan Ada Lagi Palestina dan Gaza

9 Februari 2026 11:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?