Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Bantuan jadi Topeng Imperialisme Terselubung Negara Donor”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 November 2013 22:07 10:07 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 November 2013 22:07
Bagikan
Bagikan

DAMPAK dari kasus penyadapan telepon Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Australia akhirnya membuat hubungan Indonesia-Australia makin meruncing.

Menanggapi ini, Senin (18/11/2013), pemerintah melalui Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, memberitakan telah memanggil Dubes Indonesia di Canberra.

Menyusul sikap Australia yang tak merasa bersalah dan minta maaf, SBY  melalui Kementerian Pertahanan Indonesia menyatakan telah menghentikan setidaknya tiga kerja sama militer dengan Australia.

Hidayatullah.com melakukan wawancara dengan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya atas kasus ini.

Bagaimana menurut Anda kasus ini?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Saya sepakat usulan kompolnas agar Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menghentikan kerjasama apapun dengan pihak Australia.

Apa Alasannya?

Saya lihat ini bukan sekedar sebagai sikap politik, tapi saya kira justru karena di titik-titik kerjasama itulah bagaimana operasi intelijen termasuk penyadapan oleh Australia bisa dioperasionalkan.

Selama ini Australia konsen membantu pihak Polri dalam bidang teknologi cyber crime, demikian juga untuk teknologi kepentingan kontra terorisme yang di operasionalkan oleh Densus 88 dan pengembangan Densus 88. Ditambah Australia juga turut membiayai dan terlibat di pusat pendidikan kontra-terorisme Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang. Bukan tidak mungkin melalui jalur itu Australia banyak memanfaatkan untuk mengkoleksi data-data yang dibutuhkan untuk kepentingan-kepentingan domestik Australia.

Bukankah kerjasama itu hal biasa saja?

Ada istilah “tidak ada makan siang yang gratis”. Pakem ini tetap membuka peluang mereka mengambil “kompensasi” atas bantuan yang diberikan kepada Indonesia via instrumen Polri. Dan itu bisa langsung via teknologi yang dicangkokkan pada teknologi yang dioperasikan Polri atau melalui “agen-agen” lokal yang mendapat fasilitas dari pemerintah Australia.

Selain itu apa langkah pemerintah yang bisa dilakukan?

Perlu audit teknologi yang diperbantukan, jangan sampai justru di sana ada komponen hardware maupun software untuk aktifitas spionase dijalankan.  

Jika hasil kerjasama dengan Australia seperti Densus 88 dihentikan apa ada pengaruhnya?

Jika kerjasama dengan Australia dihentikan, Densus 88 sedikit akan terganggu karena dihentikannya beberapa bantuan (hibah) dan supervisi. Tapi bisa juga tetap eksis karena  dibalik Densus 88 itu masih ada Amerika Serikat (AS), Uni Eropa dan negara donatur lainnya yang komitment membantu. Bahkan jika Presiden RI sendiri masih mengokohkan eksistensinya Densus 88.  Karena itu saya berharap ada momen yang akan memaksa Densus harus dibubarkan dan dihentikan, terutama semua bantuan dari Amerika dan sekutunya. Karena sesungguhnya bantuan tersebut bisa menjadi topeng imperialisme terselubung negara-negara donor*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiadensus 88penyadapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Riau Helat Konferensi Imam Besar Masjid Se-Dunia
Tulisan selanjutnya Serang Masjid Gloucester, 2 Pria Ekstrimis Disel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Berita
4 Juni 2026 21:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?