Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Akibat Fanatisme, Umat Islam Kalah Pada Perang Salib [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Februari 2015 10:06 10:06 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Februari 2015 09:42
Bagikan
Alwi Alatas (baju koko putih) bersama vokalis nasyid Raihan, Che Amran
Bagikan

BEBERAPA tahun belakangan ini gesekan yang terjadi di masyarakat dilatar-belakangi perbedaan furu’iyah (cabang dalam agama) pada posisi mencemaskan. Apakah gesekan ini bisa reda atau makin melebar?

Apakah kekalahan umat Islam saat Perang Salib dalam kondisi yang sama seperti saat ini, di mana sesama Ahlus Sunnah saling mencela dan mencaci?

Redaksi mewawancarai ahli sejarah Islam, Alwi Alatas. Pria yang juga kolumnis di hidayatullah.com ini telah menulis tak kurang 20 buku sejarah perjuangan Islam. Di antaranya; buku “Nuruddin Zanki dan Perang Salib” dan “Shalahuddin Al-Ayyubi dan Perang Salib III”. Inilah petikan wawancaranya;

Bagaimana tanggapan Anda atas fenomena perbedaan pendapat akhir-akhir ini?

Sepanjang perjalanan Sejarah kaum Muslimin, perpecahan kadang memang terjadi, termasuk di kalangan mereka yang berpaham Ahlus Sunnah.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Untuk kalangan Ahlus Sunnah sendiri, perpecahan ini biasanya dipicu oleh kuatnya fanatisme kelompok. Pada jaman dulu pernah terjadi perselisihan yang kuat di antara madzhab filkih yang empat (yakni mazhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah; Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hanbali).

Umumnya banyak penganut madzhab sangat fanatik terhadap madzhabnya dan cenderung memusuhi ulama atau orang-orang dari madzhab yang berbeda.

Kalau pada jaman sekarang mungkin terjadi di antara kelompok pergerakan (harakah) yang berbeda, di samping kelompok keagamaan lainnya.

Masing-masing kelompok memiliki ijtihad untuk berdakwah dan membangun umat. Tapi kadang tanpa disadari fanatisme kelompok itu, besar ataupun kecil, berlaku juga. Dalam bentuknya yang paling ringan, perpecahan itu terjadi dalam bentuk keengganan dan kesulitan untuk bekerja sama. Yang berat, kalau sampai terjadi saling fitnah dan serang. Hal semacam ini tentu sangat merugikan dan melemahkan umat.

Bagaimana dengan kalangan Ahlus Sunnah di Indonesia?

Saya sendiri melihat kalangan Ahlu Sunnah di Indonesia masih cukup mampu berpandangan jernih berkenaan dengan hal ini sehingga mereka bisa menahan diri dan bisa didorong ke arah persatuan. Tapi tantangan yang dihadapi pada hari ini memerlukan sesuatu yang lebih dari itu. Mereka tidak mungkin bangkit sebelum mereka mampu mengatasi perbedaannya dan benar-benar berukhuwah.

Apa perbedaan-perbedaan yang seharusnya bisa diatasi agar mencapai pada ukhuwah ini?

Sebetulnya ini tugas para ulama dan pemikir umat. Tapi kita bisa bertanya apakah perbedaan itu dalam hal akidah (keyakinan) atau dalam hal lainnya. Apakah perbedaan dalam masalah yang prinsipil/ pokok (ushul) atau cabang (furu’)? Kalau perbedaannya hanya dalam hal yang tidak prinsipil mengapa harus ribut dan berpecah belah? Bahkan jika ada perbedaan itu dianggap terjadi dalam hal yang prinsipil, jika asal rujukannya adalah sana, tidak mungkinkan diupayakan dialog dan diskusi, ketimbang saling menuduh dan menyerang?

Apa modal utama dalam ukhuwah ini?

Untuk berukhuwah diperlukan kemauan dan keikhlasan semua pihak untuk meminimalisir perbedaan dan mencari titik temu. Apakah umat ini belum cukup mundur dan babak belur menghadapi tantangan jaman yang semakin hebat sehingga kita masih mau terus bercakar-cakaran? (bersambung)

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ahlus sunnahAhlus Sunnah Wal Jama’ahAlwi AlatasPerang SalibpersatuansejarahUkhuwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Arifin Ilham Mendoakan Pelaku Penyerangan Az-Zikra
Tulisan selanjutnya Beginilah Islam Membela Para Muslimah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?