Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Capres Partai Islam Jangan Egois”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 April 2004 07:51 7:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 April 2004 07:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden yang dicalonkan sebagai Presiden RI di arena Pemilu 2004 ternyata tidak cuma Megawati Soekarnoputri. Ada satu lagi, yaitu Hidayat Nurwahid (44). Dialah Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kalau diajak berbincang tentang pencalonannya sebagai capres, Hidayat biasanya menjawab enteng saja. ?Saya ini sudah 2 kali jadi presiden. Pertama sebagai Presiden Partai Keadilan (PK), kedua sebagai Presiden PKS. Biasa-biasa saja. Ha?ha??

Beberapa minggu menjelang diselenggarakannya pemilu, nama Hidayat memang melejit sebagai capres unggulan di berbagai survei, baik yang diselenggarakan media massa maupun LSM. Misalnya dalam polling yang diselenggarakan SCTV akhir Maret 2004, suara yang memilih Hidayat mencapai 28.55% (atau sekitar 40.560 pemilih). Angka tersebut mengungguli M Amien Rais yang meraih angka 22.69% (32.232 pemilih), atau Susilo B Yudhoyono 10.53%. Sementara polling via SMS Koran Tempo edisi 5-11 Januari 2004, menempatkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hidayat sebagai yang paling unggul dengan perolehan 45,62% suara atau 145.295 pesan SMS.

Bahkan seperti tak diduga banyak orang, perolehan sementara Pemilu 2004, menunjukkan PKS masuk kelima besar menggeser PAN dan PBB.

Bagaimana sikap Hidayat yang sesungguhnya, berkaitan dengan dukungan dari masyarakat agar dirinya maju sebagai capres? Apa pula yang akan dilakukannya kalau kelak Allah mentakdirkannya menjadi presiden?

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Ba?da Subuh di rumahnya yang asri, Hidayat bercerita panjang lebar tentang itu semua kepada wartawan Majalah Hidayatullah Cholis Akbar dan Pambudi Utomo, serta kontributor Nuim Hidayat. Berikut petikannya:

Menurut beberapa survei, Anda diunggulkan sebagai calon presiden (capres). Tanggapan Anda?

Kalau menyangkut presiden, saya telah dua kali menjadi presiden. Ha? ha? Dulu menjadi Presiden Partai Keadilan (PK), sekarang Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Bagi kami, menjadi presiden itu tidak amat luar biasa. Biasa-biasa saja. Apalagi yang namanya survei tidak otomatis menggambarkan opini atau fakta publik, meskipun juga tidak bisa dinafikan begitu saja.

Kami menampung aspirasi itu. Dengan catatan, target perolehan suara kami mencapai 20%. PKS tidak akan ragu mencalonkan kader sendiri. Begitulah keputusan rapat Majelis Syura belum lama ini. Siapa orangnya, terserah nanti.

Kalau Anda jadi presiden, apa langkah prioritas yang akan dilakukan?

Mudah-mudahan ini tidak berarti bahwa kita sedang berandai-andai ya. Tapi mudah-mudahan ini juga harapan saya pada siapapun yang jadi presiden.

Prioritasnya adalah menghadirkan kepercayaan publik pada kepemimpinan negara. Kalau publik tak lagi percaya, ya negara bubar, kepemimpinan tidak akan berjalan efektif. Kepercayaan itu harus disampaikan dalam ucapan dan komitmen yang diikuti oleh semua komposisi kabinet. Entah dengan cara memulai hidup hemat, sederhana, bekerja keras, menegakkan hukum, hidup yang bersih, atau bentuk lain.

Di negeri ini, saya yakin masih banyak orang seperti itu. Kalau itu bisa diwujudkan, maka akan hadirlah team work yang profesional.

Berikutnya, segeralah melakukan shock therapy (terapi kejutan) agar komitmen itu berwibawa, untuk membuat orang menjadi takut melanggar hukum dan semacamnya. Koruptor yang terbukti bersalah ya harus dihukum mati. Tapi……….

Berlanjut………..

(Baca Harapan Hidayat Nurwahid bila dia jadi Presiden dan jika PKS masuk lima besar. Baca juga komentar tokoh2 Islam bila dia dan partainya di PKS berkuasa.Hanya di Majalah Hidayatullah Edisi April 2004.

Komentar Tokoh2

Ust. HUSSEIN UMAR

(Dewan Dakwah Islam Indonesia)

“….beliau adalah salah seorang diantara tokoh Islam yang mempunyai wawasan masa depan yang cukup mewakili umat menjadi Presiden RI…”.

Ust. M. JAZIR

Da?i, Yogyakarta

“…sebagian orang masih melihat kekurangengganan harakah nya pada harakah lain…”

Ismail Yusanto

Jubir Hizbut Tahrir Indonesia

…dia orang baik yang datang di tempat yang salah..”.

Baca wawancara eklusif 8 halaman hanya di Majalah Hidayatullah Edisi cetak April 2004. Dan dapatkan di agen-agen terdekat.

Naba: Syeikh Ahmad Yasin, “Mati itu cuma sekali, matilah di medan jihad

Khusus: “Astaghfirullah… kita ternyata akrab dengan makanan haram!

Profil: Wijayanto, Ikon dakwah dari Yogya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Abu Umar Shebli Pemimpin PLO Yang Baru
Tulisan selanjutnya Hidayat Nurwahid: “Capres Partai Islam Jangan Egois”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?