Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

Profesor Abdul Fatah El-Awaisi: Saatnya Negara Muslim Menghimpun Kekuatan

Ahmad
Terakhir diupdate: 21 September 2020 11:24 11:24 am
Ahmad
Dipublikasikan 21 September 2020 10:19
Bagikan
Profesor Dr Abdul Fattah el Awaisi
Bagikan

Hidayatullah.com | TANGGAL 15 September 2020 lalu, Uni Emirat Arab (UEA)  setuju menjalin hubungan diplomatik dalam perjanjian yang ditengahi Presiden AS Donald Trump. Lima belas hari setelah perjanjian, tepat pada 31 Agustus, delegasi ‘Israel’-Amerika lepas landas pada penerbangan komersial pertama dari Tel Aviv ke Abu Dhabi.

Arab Saudi bahkan mengizinkan penerbangan melintasi wilayah udaranya. Penasihat Gedung Putih yang juga menantu Donald trump, Jared Kushner, mengucapkan rasa terima kasih kepada Arab Saudi karena memungkinkan penerbangan itu terjadi.

Bahrain juga mengukiti jejak UEA untuk menormalisasi hungan dengan ‘Israel’. Bahkan Bahrain mengumumkan keputusan setuju mengizinkan penerbangan UEA ke dan dari ‘Israel’ untuk terbang melintasi wilayahnya.

Belum lama lin A News Turki mewawancarai Profesor Abdul Fatah El-Awaisi terkait masalah ini. Profesor hubungan internasional dan kepala program studi di Universitas Ilmu Sosial Universitas Ankara (ASBU) menilai negara-negara Arab mulai mencari keuntungan sendiri dengan bekerjasama dengan Zionis.

Melalui program  News Hour, anggota Royal Historical Society – Inggris Raya, dan Pendiri dari Bidang Studi Penelitian Baitul Maqdis atau Islamic Jerussalem ini mengusulkan aliansi baru di Dunia Islam terkait pergeseran geopolitik ini.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Profesor El-Awaisi telah mengajar dan melakukan penelitian selama 32 tahun (dari tahun 1986) di universitas-universitas Arab, Inggris, Malaysia, dan Turki. Pria berdarah Palestina ini  saat ini merupakan Profesor Kehormatan Tamu di Universiti Utara Malaysia (UUM); dan Profesor Hubungan Internasional di Turki. Inilah petikan wawancara A News nya. 

Apa makna dibalik langkah terkini dari UEA dan Bahrain bagi dunia Islam?

Itu bermakna banyak, bahwa negara-negara Arab yang telah berurusan secara diam-diam dengan ‘Israel’, mereka datang secara terbuka ke meja perundingan untuk mengakui ‘Israel’ dan bersepakat dengan ‘Israel’ demi keuntungannya sendiri.

Kita tahu bahwa Bahrain, UEA, Arab Saudi, serta sejumlah negara Arab dan negara Teluk; mereka berada di bawah perlindungan Inggris. Kini mereka berada di bawah perlindungan Amerika Serikat.

Mereka membutuhkan perlindungan negara superpower. Dan untuk melanjutkan kekuasaannya, mereka harus memposisikan dan mengakomodir AS melalui “negara” ‘Israel’.

Trump beberapa kali mengatakan kepada Raja Salman dan beberapa diktator kawasan Teluk, bahwa cara untuk bertahan adalah dengan mengakomodir kepentingan AS. Jika tidak, negara Anda akan runtuh dalam dua pekan dan selanjutnya runtuh dalam beberapa jam.

Profesor, berbicara tentang negara Arab lainnya, yang disebut-sebut bakal bergabung dengan blok yang menormalisasi hubungan dengan ‘Israel’; bertepatan saat ‘Israel’ memperluas pendudukannya atas Palestina, bertepatan saat ‘Israel’ menyakiti anak-anak Palestina dengan kekerasan?

Jika itu terjadi, apakah diperlukan blok baru dunia Islam untuk melindungi hak-hak dunia Islam dari penindasan yang membabi buta?

Itu pasti. Sekarang kita menyaksikan pergeseran keseimbangan kekuatan baru di kawasan, yang dipimpin Arab Saudi, Negara Teluk lain, Yordania, Mesir. Mereka bekerja dalam kelompok ini.

Saya berpikir, negara Muslim, khususnya Turki, kini muncul sebagai kekuatan regional baru.

Sejumlah akademisi menilai, di tengah kesepakatan ini (khususnya antara zionis ‘Israel’ dengan Bahrain, UEA, dan selanjutnya kemungkinan Arab Saudi), sekarang adalah momentum untuk Turki.

Turki bisa memimpin untuk mengorganisir kekuatan Muslim. Kita tahu di kawasan Arab, negara Arab terbagi-bagi. Di Suriah kini tidak ada negara, Iraq dan Mesir telah menjadi negara gagal.

Negara-negara Arab, selama beberapa dekade, mengatakan bahwa ‘Israel’ merupakan proyek barat, bayi Inggris, yang sekarang menjadi bayi AS. Sayangnya, saat ini, rezim negara diktator Arab justru mengamankan dan mendukung “negara” ‘Israel’.

Saya pikir ini saatnya untuk Turki, khususnya, dan secara umum negara Muslim lainnya, seperti Pakistan dan Malaysia, untuk menghimpun kekuatan guna menghadapi masalah ini.

Saya melihat Turki terus bergerak strategis menuju 2023. Saya pikir ‘Israel’, AS, UEA, dan negara Arab lain akan berusaha menghalangi pencapaian tujuan strategis Turki di 2023.

Baik Prof El-Awasi, terima kasih banyak atas kesediaan Anda berbincang dengan kami di News Hour. Kami sangat mengapresiasi kesediaan Anda meluangkan waktu. Terima kasih banyak. *  

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ArabbahrainisraelnormalisasiProfesor Abdul Fatah El-AwaisiTurkiUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok Pemberontak Haftar Libya Setuju untuk Mencabut Blokade Minyak dengan Syarat
Tulisan selanjutnya Penduduk Maroko Memprotes ‘Pengkhianatan’ Arab terhadap Palestina setelah Normalisasi ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

Berita
28 Agustus 2026 09:20
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 103 Orang, Sebagian Besar Perempuan dan Lansia
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?