Hidayatullah.com–Karadzic, sang buronan dan penjahat kemanusiaan sudah diproses oleh Pengadilan Kejahatan Perang milik PBB (ICTY). Ia kini sedang menerima 10 tuntutan kejahatan melawan kemanusian dan genocida. Sebuah tuduhan yang tidak main-main.
Tetapi selama lebih dari 13 tahun buron, ia hidup di Belgrade di mana para intelijen internasional dan lokal sedang memburunyanya.
Saat tertangkap, penampilan Radovan berbeda sama sekali dengan penampilan terakhirnya. Bahkan selama dalam pelariannya, Radovan dapat hidup 'tenang' bekerja sebagai dokter.
"Umurnya 63 tahun. Tampak lebih kurus dengan jenggot lebat, rambut ikal, dan kacamata tebal," kata jaksa penuntut kejahatan perang Serbia, Vladimir Vukcevic, seperti yang dilansir reuters, Selasa (22/7).
Pria yang juga merupakan psikater itu bekerja di sebuah klinik swasta sebagai ahli pengobatan alternatif. Dengan memakai nama samaran Dragan Dabic, alamat terakhir Karadzic tercatat di New Belgrade.
Penyamaran Karadzic tergolong paten. Saat foto terbarunya ditunjukkan pada jurnalis, tak seorangpun yang mengenalnya.
"Dia dengan tenang dan bebas berjalan-jalan di kota. Bahkan pemilik rumah yang disewanya juga tidak mengenalnya," jelas Vukcevic.
Bahkan waktu dan tempat penangkapannya pun menjadi kontroversi. Waktu dan situasi penahanannya pun sudah diredupkan oleh kontroversi. Kabarnya, pihak berwenang Serbia mengaku, dia ditangkap “di sekitar Belgrade” Senin malam, tetapinya pengacara Svetozar Vujacic dan saksi mata mengatakan, dia ditangkap hari Jumat malam dan ditangkap di lokasi yang tak tersingkap sampai Senin.
Esmina Golubovic, seorang penduduk pinggiran kota Beograd Ugrinovci, mengatakan, saat ditangkap, dia berada di sana dengan menggunakan nama palsu, dia di sana waktu Karadzic, yang hidup di bawah palsu nama Dragan Dabic. Karadzic ditangkap di atas sebuah bus sekitar pukul 21:30 Jumat malam.
Dia menggambarkan secara terperinci bagaimana tujuh orang berpakaian biasa menaiki bus dan melakukan penahanan. Satu diantaranya menunjukkan lencana polisi dan menyuruhnya pindah, katanya.
Saat itu, tiga polisi menyerbu dan memborgolnya, kutip Golubovic.
"Harap tenang dan ikut dengan kami, kami sudah mengikuti anda selama lima belas hari lalu, ” kata seorang polisi mengatakan kepada Karadzic. Mereka kemudian membawa Karadzic dan segera turun dari bus.
Dan sebuah kebetulan yang aneh, ujar Golubovic, bahwa putra tertuanya yang berumur 20 tahun sudah bersukarela menjadi tentara Serbia-Bosnia dan terbunuh tahun 1993. Dia malah diberi anugrah anumerta oleh Karadzic, katanya.
Vujacic mengatakan dua orang saksi lain ikut menggambarkan penahanan dengan cara yang sama. Masih menjadi misteri di mana Karadzic melewatkan tahun-tahun awalnya dalam persembunyian atau persis ketika dia tiba di Beograd.
Tetapi di ibukota Serbia, ia tinggal dalam kehidupan normal di New Belgrade, dengan identitas nama barunya. Nama Dragan Dabic diambil dari nama prajurit asal Serbia terbunuh tahun 1993.
Mengaku sebagai dokter jiwa serta menumbuhkan jenggot panjang. Ia dikenal sebagai dokter spesialis dalam pengobatan alternatif dan diet macrobiotic.
Karadzic juga memiliki sebuah situs web sendiri yang mengiklankan diri sebagai bentuk layanan pengobatan alternatif. Ia menggambarkan dirinya sebagai seorang pelancong dunia yang kembali ke Serbia di pertengahan 1990.
Surat Kabar Belgrade melaporkan, bahwa pasien-pasien nya adalah beberapa pribadi yang terkenal. Diantaranya para penyanyi bahkan para politikus. Semboyan propaganda yang sering diangkat adalah: “Selalu ada Sebuah Solusi.”
Dilahirkan di Montenegro, Karadzic kadang-kadang mengunjungi sebuah rumah makan langganannya yang disebut "Luda Kuca” (Rumah sakit jiwa), di mana dindingnya masih dihias oleh gambar-gambar nya bersama Jenderal Ratko Mladic yang kini masih buron.
Selain suka minum brandi Serbia, ia juga kerap bercakap-cakap dengan orang-orang bahkan ikut dimainkan suatu instrumen dawai yang disebut 'gusle', biasa digunakan untuk memainkan lagu-lagu syair kepahlawanan Serbia dan Montenegrin kuno, ujar Misko Kovijanic.
Karadzic juga sering nampak di muka umum dengan seorang wanita Serbia setengah umur. Surat Kabar Serbia menggambarkan ia adalah kekasih nya. Tetapi wanita yang dituduh menjadi kekasih, Mila Damjanov membantah mereka hanyalah teman akrab.
Mila mengaku, dirinya hanya tertarik kepada nya karena pengobatan alternatif. Mila mengaku dia akan mengunjungi pasien-pasien dengan Karadzic dan bahkan membantu seorang anak autistis untuk terapi dan kembali normal.
Sementara itu, Surat Kabar Serbia dibanjiri dengan spekulasi tentang siapa yang mengkhianati Karadzic dan siapa yang memberi informasi yang mendorongnya tertangkap
Pemerintah AS juga dikabarkan telah menawarkan lima juta dolar untuk penangkapan nya. Juga pemerintah Serbia.
Pejabat Serbia, Ivica Dacic, yang berkantor lebih awal bulan ini mengaku tidak mengetahui apa-apa mengenai penahanannya. Sebuah spekulasi mengatakan, ada kerjasama antara intelijen rahasia Amerika dan Inggris, tetapi Dacic menganggapnya itu berasal dari agen rahasia Serbia (BIA). Dia mengatakan BIA sudah melindungi Karadzic dan berbelok setelah pemerintah baru terbentuk oleh koalisi pro-Eropa pimpinan Presiden Boris Tadic mengambil kantor di atas 7 Juli.
Para analis Serbia menolak laporan beberapa surat kabar Inggris bahwa Karadzic mungkin telah dikhianati oleh Mladic. Ratko Mladic, merupakan panglima angkatan bersenjata Serbia ketika Perang Bosnia meletus tahun 1992-1995. Karadzic dan Ratko Mladic dikabarkan pernah mendapat perlindungan dari militer Serbia hingga tahun 2002. Karenanya, penangkapan atasnya sangat susah dilakukan.
“Itu adalah satu omong kosong yang sama sekali,” ujar seorang analis Cvijetin Milivojevic sebagaimana dikatakan kepada Adnkronos International (AKI).
Apapun sepekulasi yang terjadi, Radovan Karadzic dan Ratko Mladic adalah orang yang bertanggungjawab memerintahkan pembunuhan lebih dari 200 ribu Muslim Bosnia dan 8.000 warga Muslim Srebrenica. Belum lagi sekitar 20.000 Muslimah yang telah menjadi korban perkosaan yang dilakukan secara sistematis oleh tentara Serbia.
Bagaimanapun, kejahatan perang terburuk di Eropa setelah Perang Dunia II ini –bahkan terkejam setelah pembantaian yang dilakukan oleh Nazi Jerman ini—harus menjadi pelajaran bagi semua warga dunia, dan umat Islam khususnya. [aki/cha/beberapa sumber/hidayatullah.com]