Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kisah Pak RT Selamat dari Tabrakan KRL yang Terguling

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 11 Maret 2019 18:59 6:59 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 11 Maret 2019 19:00
Bagikan
KRL KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor mengalami kecelakaan dan terguling di perlintasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Ahad (10/03/2019).
Bagikan

AGUS Kusnadi nyaris saja senasib dengan sekelompok pohon lengkuas yang rata dengan tanah setelah ditabrak segerbong gede kereta rangkaian listrik (KRL).

Ahad (11/03/2019) siang, KRL KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor anjlok dan terguling di perlintasan kawasan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Jawa Barat.

Hari itu sekitar pukul 10.00 WIB, Agus dan istrinya, Nanny (45), sedang asyik memetik sayuran di kebun bagian atas tanah gundukan, tepat samping rel, 10 meteran di depan rumahnya.

Ketua RT 01 RW 03 Kebon Pedes itu pun berniat memetik pucuk daun singkong yang tumbuh bersampingan dengan pepohonan lengkuas tersebut, tepat di bawah gundukan tanah yang menjadi “pagar pengaman” jalur kereta.

Namun, keinginan Agus itu batal karena istrinya berpikiran lain. “Enggak usah, Pak, nanti aja, satu-satu dulu,” ujar Nanny kepada suaminya yang setuju dengan masukan istrinya.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Karena tak jadi ke bawah untuk memetik daun singkong, Agus tetap di bagian atas kebun. Saat itulah, sekitar pukul 10.15 WIB, sekonyong-konyong terdengar suara gemuruh diringi getaran tanah.

Nanny, yang masih memetik pucuk daun labu siam, mendengar suara tersebut. “Pak, kok suara keretanya beda ya, ‘gubrak, gubrak’ gitu, enggak seperti biasanya,” tanyanya tanpa memalingkan pandangan.

Agus sudah tahu apa yang terjadi. Ia yang lagi berdiri dekat pohon pisang melihat langsung detik demi detik saat KRL itu anjlok, dua gerbongnya dengan cepat terguling dan bergerak ke arah sejajar mereka membawa gerbong-gerbong yang lain.

Agus langsung berlari cepat menyelamatkan diri. “Bu turun, Bu turun!” serunya, sambil mengajak istrinya, meninggalkan kebun menuju rumahnya di bagian bawah.

Nanny yang mendengar seruan itu menoleh ke arah suara. Kaget bukan kepalang, ia saksikan ular besi terguling hebat. Ia pun bergegas kabur mengikuti suaminya, lalu suara “gedebuk jelegur” dan getaran keras terdengar dan terasa seperti gempa bumi. Membuat heboh sekampungnya. “Benturannya kenceng banget, ‘duaag’ gitu,” tuturnya.

Agus pun syok berat karena kejadian itu. “Suami mah langsung lemes, kan… dia ngelihat persis. Istighfar dia mah,” tutur Nanny saat ditemui hidayatullah.com beberapa saat pasca insiden tersebut, Ahad (10/03/2019) di kediamannya.

Nanny masih penasaran. Tak lama di rumah, ia kembali ke kebun. Sebuah pemandangan di depannya membuatnya beristighfar. “Astaghirullahaladzim,” ungkapnya, menyaksikan tiga gerbong KRL tersebut keluar dari rel dengan posisi tak karuan.

KRL KA 1722 relasi Jatinegara-Bogor mengalami kecelakaan dan terguling di perlintasan Kebon Pedes, Bogor, Jawa Barat, Ahad (10/03/2019). [Foto: Muh. Abdus Syakur/hidayatullah.com]
Pantauan media ini sore itu, gerbong pertama, tempat dimana masinis berada, remuk bagian depannya setelah mencium begitu keras sebuah tiang listrik di sisi barat jalur kereta. Gerbong kedua, terbalik 45 derajat. Bagian dinding kirinya menyentuh tanah. Gerbong ketiga, ikut anjlok meski nyaris terguling. Gerbong-gerbong keempat dan seterusnya ke belakang sudah dievakuasi ke Stasiun Cilebut.

Di dekat gerbong nahas tersebut, tanaman di bawah kebun tadi habis disapu kereta. Jangankan itu, tiang Listrik Aliran Atas (LLA) yang tadinya berdiri kokoh pun bernasib lebih tragis. Patah dan ambruk. Nanny tak membayangkan, sekiranya suaminya, yang lahir di Bogor, 17 Agustus 1959 lalu, saat kejadian itu lagi asyik memetik pucuk daun singkong dan dihantam kereta.

“Kalau ngambilin singkong itu ya, si Bapak ikut (ditabrak),” ungkap wanita kelahiran Lebak, Banten, 15 Oktober 1974 ini. Saat bertutur dalam wawancara itu, ia sempat mengusapkan kain jilbabnya ke kedua bola matanya. Sang suami sedang keluar malam itu.

Baca: KRL Anjlok di Bogor, Perjalanan Terganggu, KCI Minta Maaf

Usai kejadian, ia kepikiran juga dengan anak-anak warga kampung setempat yang biasanya sering bermain-main dan melintas di kawasan perlintasan dimana tempat kejadian perkara tersebut. Syukurnya, saat kejadian, anak-anak tidak sedang di TKP, tapi sedang bermain sepakbola dengan tempat lain. Ia pun mengabsensi satu per satu anak-anak tetangga, syukurnya, semua aman.

Sedangkan Agus, mesti syok, namun tetap bersyukur karena ia dan istrinya diselamatkan oleh Allah dari ancaman maut tersebut. “Alhamdulillah ya Allah, kalau tadi situ mah udah (habis) ya,” ucap Agus bersyukur ditirukan istrinya.

Hikmah dari kejadian tersebut, Nanny yang sering melintas di kawasan rel KRL tersebut, kini jadi enggan. “Sekarang ya mungkin agak ngeri,” akunya.

Ia pun mengakui, mereka selamat dari ancaman bahaya atas pertolongan karena amalan-amalan kebaikan mereka selama ini. Misalnya, suaminya sebagai Ketua RT pelayan masyarakat, “suka nolongin tetangga,” tuturnya.

Hikmah lainnya, kejadian tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa Allah lah yang Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Ia teringat pesan anaknya, yang sering mengingatkan, bahwa kalau memang belum ajalnya, seseorang tidak akan mati.

Siapa yang bisa menyelematkan semua penumpang dalam KRL nahas tersebut dari ancaman kematian dan siapa pula yang bisa menggaransi jika orang di luar kereta bisa selamat, tak lain hanya Allah semata.

“Kalau Allah sudah berkehendak, namanya umur (ajal) bisa dimana aja. (Kejadian) itu bisa terjadi dimana aja, itu hanya penyebabnya. Orang yang tidur di jalan raya aja, bisa enggak ketabrak,” pungkasnya mengilustrasikan.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AjalBogorKecelakaankereta apiKRLKRL anjloktaqdir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sidang Dai Labuhan Batu, Keterangan Ahli Bahasa Tidak Konsisten
Tulisan selanjutnya Ehtiopian Airlines Jatuh, Indonesia Larang Terbang Boeing 737-8 Max

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?