Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Begini Rasanya Mengikuti Pengajian FPI di Markas Mega Mendung [2]

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 9 Maret 2017 12:51 12:51 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 4 Maret 2017 15:00
Bagikan
Suasana salah satu sudut Markaz Syariah FPI di Mega Mendung, Bogor, seusai jamaah pengajian shalat Jumat, 3 Maret 2017.
Bagikan

Sambungan dari kisah pertama

Hujan deras mengguyur sesaat sebelum azan Jumat dikumandangkan muazin seusai pengajian di Markaz Syariah Mega Mendung, Bogor, Jawa Barat. Sang khatib, salah seorang habib, membawakan khutbah Jumat selama sekitar 9 menit dengan full berbahasa Arab.

Kemudian, shalat Jumat dipimpin tamu lainnya. Jamaah berdesak-desakan saking penuhnya masjid yang tidak begitu besar itu. Usai Jumatan, Habib Rizieq di shaf terdepan memimpin dzikir dan shalawatan. Lalu digelar shalat gaib atas wafatnya seseorang. Sementara hujan perlahan reda baru-baru tadi.

“Habis shalat sunnah ba’diyah, kita langsung ke atas makan bersama. Salam-salamannya enggak usah dulu ya, khawatir keburu hujan lagi,” ujar Habib Rizieq kemudian, langsung mengarahkan para jamaah melalui pengeras suara.

Rupanya, sudah menjadi tradisi di Markaz Syariah ini, setiap usai Jumatan para tamu dan jamaah pesantren diundang makan bersama di saung-saung yang posisinya di bagian atas tanah pesantren.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Sanjung Habib Rizieq, KH Arifin Ilham: Dakwah FPI Termulia

Makan siang berjamaah itu berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan, keakraban, dan ukhuwah Islamiyah. Awak hidayatullah.com dipersilakan bersantap bersama Habib Rizieq dan tetamu khusus lainnya. Menu yang dihidangkan antara lain nasi putih plus ayam goreng, sayur asam, rendang, dan tempe-ikan teri.

Seusai bersantap, puluhan tamu menghampiri Habib Rizieq, kebanyakan menyampaikan undangan acara untuk diisi olehnya. Mulai dari di Jabodetabek, sampai luar Jawa bahkan Maluku. Sebagian besar disanggupi. “Mudahan panjang umur,” ujar Habib Rizieq. Sebagian tidak.

“Sebelum Pilkada (DKI 2017), kita fokus di Jakarta dulu ya. Nanti setelah Pilkada baru keluar,” ujar Habib Rizieq menyampaikan penolakan halus undangan di luar Jabodetabek sebelum putaran kedua Pilkada DKI.

Jamaah pengajian Jumat seusai Jumatan di Masjid Markaz Syariah, Mega Mendung. [Foto: Syakur]
Bertemu “Alumni 212”

Sejumlah tamu tampak menyampaikan undangan acara salah satu masjid di Jakarta Selatan. Nama masjid ini mengundang perhatian tersendiri Habib Rizieq. Rupanya, masjid itu salah satu basecamp penggerak Aksi Bela Islam lalu.

Habib Rizieq tampaknya menyanggupi. “Tapi kalau undang saya siap-siap didatangi polisi (acaranya),” guyonnya sambil tertawa ringan disambut cekikan tetamunya.

Pengurus masjid yang mengundang langsung menimpali bahwa mereka tak merasa khawatir soal guyonan itu. “Kami, kan, Alumni (Aksi) 212, Bib,” ujar pengurus masjid kepada Habib Rizieq.

“Kalau Alumni 212 tidak gentar dengan ancaman mah,” balas Habib Rizieq mengapresiasi.

Pengakuan Pihak Pengantin Kristiani yang Dipayungi FPI

Tak lama kemudian, makan siang itu berakhir. Setelah berfoto selfie dan berpamitan, para tamu berangsur-angsur pulang meninggalkan pesantren.

Salah seorang jamaah setia pengajian Markaz Syariah, Abdullah, sebut saja begitu, mengaku pengajian tersebut semakin diminati masyarakat.

“Saya sudah sejak lama ikut pengajian (di sini). Dulunya mah cuma beberapa mobil, sekarang sudah banyak tuh,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, Rabu (01/03/2017), di pesantren yang berusia 3 tahunan tersebut digelar pengajian bulanan. Pengajian ini digelar setiap Rabu pertama setiap bulannya. “Lebih ramai itu (dari pengajian pekanan),” ujar Abdullah.

Ia berbincang-bincang dengan media ini dalam perjalanan pulang dengan mobilnya dari kawasan yang disebut “Puncak Syariat” itu. Dekat markas FPI ini merupakan lokasi latihan perang Brimob Polda Jabar pada Januari 2017 lalu.

Aksi Bela Ulama, Ribuan Umat Islam Kaltim Dukung FPI

Untuk diketahui, tak sembarang orang bisa seenaknya masuk ke pesantren itu, wartawan sekalipun. Tak sedikit awak media massa, termasuk media asing, yang tidak diterima meliput ke tempat ini.

Di antara alasan kehati-hatian Markaz Syariah terhadap wartawan, kata salah seorang laskar FPI, banyak media yang mempelintir pemberitaan tentang mereka. “Menjelek-jelekkan kami,” ujarnya. Lika-liku hidayatullah.com masuk ke markas dan menemui Habib Rizieq, Jumat itu, terlalu panjang untuk disuguhkan pada lembaran kisah ini.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi 212aksi bela IslamBrimob Polda JabarDewan Pembina GNPF MUIFPIFront Pembela IslamhabaibHabib Rizieq ShihabImam Besar FPIjumatKabupaten Bogormarkas FPIMarkaz SyariahMarkaz Syariah Mega Mendungmelayani tamuormas Islampengajianperbedaan pendapatShalat Jumat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sampai Kapan Sang Penista Bebas?
Tulisan selanjutnya Perwakilan Khusus PBB Desak Bentuk Komisi Khusu Selidik Kekerasan di Rohingnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?