Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Dua Anaknya Lumpuh, Menganggapnya Hadiah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2017 10:16 10:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2017 10:16
Bagikan
ILUSTRASI
Bagikan

Hidayatullah.com–Kebahagiaan melingkupi pasangan Koeshartati Saptorini dan Tasik Ilmas menyambut kelahiran putra keduanya. Rasa bahagia terus membayangi pasangan suami istri ini hingga sembilan bulan kemudian. Pada titik ini, rasa bahagia itu berubah menjadi duka berkepanjangan. Tepatnya mulai  Mei 1998.

Bermula dari Rini, panggilan Koeshartai, membawa bayinya ke rumah sakit  untuk melakukan imunisasi vaksin hepatitis. Sehat tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Anaknya nangis terus. Lebih parah lagi, dua hari kemudian koma! Allhamdulillah, bisa segera siuman kembali.

Tapi efeknya,  kondisi pertumbuhan Cahya, nama anak itu, tidak normal seperti balita pada umumnya.  Umur dua tahun Cahya belum bisa mengangkat kepala, lehernya lemas, juga kaki dan tangannya kaku. Umur empat tahun baru mulai diajarkan berdiri, “Bukan belajar berdiri ya, tapi dibuat supaya bisa berdiri,” kata Rini.

Baca: Hidup Sebagai Ujian

Cobaan dari Allah yang diberikan kepada ibu berusia 42 tahun ini tidak berhenti sampai di situ. Anak ketiganya, yang ia beri nama Nelta, juga mengidap kelainan. “Nelta mengalami gangguan pencernaan dan  alergi obat,” ujar Rini. Akibatnya, dari usia satu bulan sampai umur empat tahun Nelta harus keluar masuk rumah.

Lantaran sering menemani kedua anaknya sakit, perempuan yang berprofesi sebagai guru ini telah menganggap rumah sakit sebagai kamar kosnya. Sebab, dalam setahun Nelta bisa keluar-masuk rumah sakit hingga tujuh kali.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Baca: Ridha Allah pada Orang yang Ridha pada Cobaan

Menghadapi ujian yang bertubi-tubi tersebut, Rini mengaku sempat tidak kuat.  Wanita yang menikah pada Juli 1995 ini, pernah membuat aksi protes kepada Allah. Ia  sempat mogok shalat karena menganggap percuma saja melaksanakan ibadah wajib tersebut.

Tak puas protes sendiri, sarjana lulusan ITB yang banyak menulis buku matematika dan sains untuk SD dan SMP ini pun mengajak suaminya untuk “menggugat” Allah. Ketika sang suami akan shalat, dia  melarangnya. “Sudah tidak perlu shalat. Lagian Allah pun tidak memberikan pertolongan pada kita,” ujar Rini menirukan perkataannya kepada suaminya saat itu.

Kemarahan Rini kepada Allah berlangsung cukup lama. Dua tahun “Kalau ingat itu saya selalu istighfar,” ucap Rini seraya bersedih. Bagaimana titip balik Rini? Bagaimana pula nasib Cahya dan Nelta? Ikuti sambungan berikutnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cobaanhadiahistighfarlumpuhmogok shalatmusibahujian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polisi Geledah Gereja Scientology Budapest
Tulisan selanjutnya Politisi Hindu India: Taj Mahal Dibangun oleh Pengkhianat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?