Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Dunia Glamor Itu Justru Tak Membuatku Bahagia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Januari 2011 09:42 9:42 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Januari 2011 09:42
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Delapan tahun silam, kehidupanku tak ubahnya seperti anak alay. Anak yang lebay, suka kelayapan dan jarang pulang. Cara berpakaian juga sok keren, mengumbar aurat. Celana jeans pendek, oblong ketat dan rambut cak ungu adalah pilihanku. Hari-hariku, kulalui dengan bermain band, jalan-jalan, clubbing atau nongkrong.

Semuanya berawal dari salah bergaul. Oh ya, saya memiliki paras cantik dan suara yang cukup bagus. Tak heran jika banyak orang yang berebut ingin jadi teman. Nah, suatu saat, saya diminta jadi vokalis band di sebuah acara teman kakakku. Padahal, band itu terdiri dari empat pria. Lagu dari The Cranberies Zombi ketika itu yang saya bawakan. Para peserta pun terpukau. Hal itu membuatku hatiku membumbung tinggi. Baru kali ini mendapat pujian luar biasa.

Saya pun akhirnya membuat group band dengan tiga teman laki SMP saya yang diberi nama Xero. Lagu-lagu The Cranberries adalah lagu andalan yang selalu kami bawakan setiap kali manggung. Sejak itulah, saya menseriusi band itu dengan mulai belajar gitar dan kursus Piano.

Akhirnya, gaya hidup pergaulan bebas dan berpakaian tak etis adalah bagian yang dapat kami pisahkan. Bermain musik dengan genre rok alternatif dengan gaya gotic, rambut cepak dan berlenggak-lenggok di atas panggung ala punk adalah bagian sehari-hari. Atau sering menggunakan celana jeans pendek, bolong-bolong dengan rambut bercat merah ungu.

Bertahun-tahun saya mencoba mengejar mimpi sebagai penghibur. Entah sudah berapa kali saya merubah formasi band, dan berpindah dari manager yang satu ke manager yang lain. Tapi saya tak mendapat untung. Pihak manager pergi dan membohongi kesepakatan awal.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Pengalaman pahit itu tak menyurutkan langkahku. Saya pun memutar haluan ke dunia radio. Saya jadi penyiar radio swasta yang cukup terkenal. Radio itu memiliki segmen anak muda. Ternyata, dunia baru itu tak kalah menyesatkan saya. Setiap hari saya dihadapkan pemandangan yang buruk. Saya pun jadi perokok, bahkan lebih rajin clubing.

Tapi, hal itu tak bertahan lama. Kendati begitu, saya mendapat banyak pengalaman. Setidaknya, dunia penuh glamour, hura-hura, suka cita tidak membuatku semakin tenang dan bahagia. Justru kegelisahan dan kegersahan yang setiap saat menyesakkan dada. Entah berapa dosa yang saya lakukan. Tak terhitung lagi. Hingga akhirnya saya menikah.

Alhamdulillah, rupanya Allah berkenan memberikan caya pada hatiku. Hingga suatu ketika, mertuaku dapat hadiah majalah Islam. Dalam kondisi rohani yang haus, saya membuka halaman demi halaman majalah tersebut. Ternyata, pihak majalah tersebut mendirikan radio Islam di tempatku.

Saat itu juga saya langsung mencari frequensi radio yang tertulis di halaman itu. Dan, sejak itu, oase demi oase saya dapatkan. Rasa haus ruhaniku perlahan dibasahi. Hatiku pun mulai damai dan tenteram. Setiap hari, kemanapun pergi, selalu ada radio.

Saya selalu teringat dan sangat yakin firman Allah, “Bersama kesulitan pasti ada kemudahn.” “Barang siapa bertaqwa, maka Allah akan mengadakan baginya jalan keluar.” Sejak saat itu saya mulai memiliki semangat baru untuk menjalani hidup. Saya mulai mengagendakan setiap aktivitas saya, tidak ada lagi waktu terbuang untuk meratapi kesedihan. Saya mulai membaca Almaktsurat, tadaraus al-Qur’an dan shalat dhuha dan tahajjud. Tapi, ketika itu saya masih belum berjilbab.

Pada usia kehamilan sekitar tiga bulan, rupanya hidayah itu datang. Saya bermimpi agar mengenakan jilbab. Dikatakan dalam mimpi itu, jilbab bagi muslimah adalah kunci kebahagiaan. Sejak itulah saya memutuskan untuk memakai jilbab.

Subhanallah, wallahu Akbar. Ternyata Allah maha membolak-balikkan hati asal kita mau mencari hidayah-Nya. Dan, Ia akan memberikan hidayah bagi siapa saja yang serius dan tak lelah mencari hidayahNya.

Kalau dulu saya cekcok kalau ada orang yang menyuruh saya memakai celana panjang dan jilbab, tapi sekarang saya tidak rela harus keluar rumah andai saya dipaksa untuk memakai celana pendek, atau kembali ke masa kelam dulu.

Sejak saat itu, saya berdoa dan berharap agar Allah mempertemukan saya dengan hamba-hamba yang bisa membimbing saya dalam mencari ridho serta cinta-Nya. Setidaknya, mereka bisa menguatkan jalan yang saya tempuh ini. Dan, doa itu ternyata dikabulkan-Nya.

Saya dipertemukan ibu-ibu majlis taklim hingga akhirnya saya mendapat jalan untuk tidak hanya menjadi pendengar setia radio tersebut, tapi juga bisa menguatkan barisan dakwah radio itu. Kendati kini sudah ditunjuki jalan benar, tidak membuat saya bangga. Sebab, perbaikan diri yang saya lakukan masih besar. Setidaknya, tidak hanya “menjilbabi” wajah saya, tapi juga “menjilbabi” seluruh badan saya dengan nilai-nilai Islam.

Jika merenungi jalan yang telah saya tempuh ini, saya paham bahwa ada hikmah dalam setiap kejadian. Semua yang telah terjadi adalah media pelajaran kehidupan yang harus jadi ibarah tuk lebih dekat kepada Allah.

Saat ini, saya bisa hidup jauh lebih tenang, hati rasanya lebih lapang saat menghadapi segala masalah hidup dengan berbekal iman Islam. “Ya Allah, betapa nikmatnya iman Islam ini.”

Sekarang saya tidak lagi mengimpikan kenikmatan semu dunia. Saya akan berusaha memperbaiki diri dan berusaha memberi banyak manfaat dalam hidup ini, bersatu dalam barisan dakwah mengejar dunia untuk kebahagiaan akhirat. Semoga Allah senantiasa membimbing saya untuk menapaki jalan lurus-Nya hingga nyawa ini tercerabut dari jiwa. Amin. [ans/diceritakan oleh Ika, seorang penyiar radio dakwah di Malang/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebut Keturunan Pakistan Tak Bermoral, Jack Straw Dikecam
Tulisan selanjutnya Anak dari Orangtua Yang Cerai Rawan Berprilaku Kriminal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali

Berita
5 Juni 2026 14:35
Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?