Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Sebut Keturunan Pakistan Tak Bermoral, Jack Straw Dikecam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Januari 2011 08:44
Bagikan
Jack Straw
Bagikan

Hidayatullah.com—Mantan Menteri Dalam Negeri Inggris, Jack Staw mendapat kecaman setelah mengatakan antan sebagian warga keturunan Pakistan di Inggris kurang bermoral dan menganggap gadis-gadis remaja berkulit putih sebagai sasaran empuk pelecehan seksual mereka.

Straw mengatakan remaja keturunan Pakistan tidak berbeda dengan remaja lain yang hidup di Barat. Kadar testosteron sedang tinggi dan itu perlu disalurkan.

“Namun mereka tidak bisa mencari gadis-gadis Pakistan,” kata Straw, yang juga pernah menjadi menteri luar negeri Inggris tersebut.

“Jadi mereka mencari di tempat-tempat lain dan mereka melihat remaja-remaja (berkulit putih) yang lemah ini. Mereka menganggap remaja-remaja ini sasaran empuk,” tambah Straw. “Para remaja putri ini diberi hadiah, narkoba, dan kemudian mereka diperkosa,” kata Straw.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah dua pria keturunan Pakistan dijatuhi hukuman penjara karena memperkosa beberapa remaja.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Straw mengatakan remaja keturunan Pakistan tidak berbeda dengan remaja lain yang hidup di Barat. Kadar testosteron sedang tinggi dan itu perlu disalurkan.

Belum lama ini pengadilan kota Nottingham menvonis penjara terhadap dua warga Inggris keturunan Pakistan dengan dakwaan membentuk gang kriminal dan pelecehan seksual terhadap gadis dan remaja putri Inggris. Menyusul keputusan ini, Straw mengklaim bahwa sejumlah warga keturunan Pakistan khususnya kalangan pemuda mengalami dekadensi moral.  

Dalam wawancara terpisah dengan televisi BBC dan Sky News, Straw mengatakan, sejumlah pemuda keturunan Pakistan yang dikekang keras di lingkungannya khususnya soal interaksi dengan lawan jenis menjadikan gadis kulit putih sebagai mangsanya.

Pernyataan Straw yang juga pernah menjabat sejumlah posisi penting di pemerintahan Partai Buruh seperti menteri dalam negeri, luar negeri dan kehakiman langsung mendapat reaksi negatif dari masyarakat Inggris keturunan Pakistan. Kepada media massa lokal mereka menyebut statemen Straw berbau rasis.

Mereka menekankan, perilaku sejumlah kriminal yang dilakukan warga Inggris keturunan Pakistan tidak seharusnya digeneralisir kepada seluruh etnis ini. Seorang kriminal dan penjahat harus diperlakukan sebagai kriminal tanpa harus mengungkit-ungkit keturunan dan agamanya serta tidak memperluas masalahnya ke seluruh etnis asal penjahat tersebut, ungkap mereka.

Ia mengatakan ada bukti tentang jaringan dan pola kejahatan ini, namun dengan menyebut seluruh masyarakat bermasalah, tentu terlalu berlebihan.

Namun Mohammed Shafiq, direktur Yayasan Ramadhan, yang bergerak di bidang pemberdayaan remaja Muslim Inggris mengatakan, kasus-kasus perkosaan yang melibatkan pria-pria keturunan Pakistan tersebut didorong oleh rasisme di kalangan sebagian masyarakat keturunan Asia.

“Ada persepsi di kalangan anak-anak muda ini bahwa mereka tidak melihat wanita kulit putih setara dengan mereka, seberharga mereka, dan mempunyai moral yang sama tinggi dengan putri mereka, serta kakak dan adik perempuan mereka, dan saya kira itu salah” kata Shafiq.

Pada Jumat (7/1) kemarin Mohammed Liaqat (28 tahun) dan Abid Saddique (27 tahun) dijatuhi hukuman penjara setelah terbukti bersalah melakukan tindakn pidana, termasuk perkosaan.

Liaqat dihukum minimal delapan tahun penjara sementara Saddique divonis 11 tahun penjara.

Keduanya disebut-sebut sebagi pemimpin geng yang melakukan serangan seksual terhadap para gadis berusia antara 12 hingga 18 tahun. Banyak di antara korban yang diberi minuman keras atau narkoba sebelum dipaksa melakukan hubungan seksual.[bbc/irb/hidayatullah.com]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mesir Penjarakan Anggota Ikhwanul Muslimin
Tulisan selanjutnya Dunia Glamor Itu Justru Tak Membuatku Bahagia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?