Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Dari Pentas Hiburan menuju Pentas Dakwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2011 09:41 9:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2011 09:41
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di Malaysia semua orang pasti kenal nama Sham Kamikaze, seorang pemain gitar terhandal. Ia adalah seorang pemain gitar utama kelompok musik rock Kamikaze yang pernah popular tahun 1990-an. Selain itu, ia juga seorang dosen musik di Akademi Seni nasional (ASWARA). Pria bernama asli Shamril Mohd Salleh ini pernah mengajar di program reality Show Akedemi Fantasia (TV3) ini sudah aktif di dunia musik sejak usia 12 tahun dan lahir dari keluarga pemusik.

Pria berusia 36 tahun yang akrab dengan panggilan Sham ini, kini berubah secara total mulai dari percakapannya bahkan penampilan fisiknya sehari-hari. Dari seorang pemain pemusik rock beralih menjadi pendakwah. Kini Sham aktif menyampaikan motivasi dakwah kepada masyarakat, terutama kisah perjalanan hidupnya sesuadah mendapat hidayah dari Allah SWT.

Tanggal 30 Juli lalu, Sham datang ke Kelantan untuk memenuhi undangan dalam program acara “Bicara Selebriti – Indahnya Hidayah-Mu” anjuran Kerajaan Kelantan di Balai Islam Kota Bharu. Sekitar dua ribu penonton hadir dalam acara tersebut, yang kebanyakan generasi muda.

Sham terkejut dengan sambutan ini. Hal yang sama berlaku saat ia menyampaikan kisah pengalamannya di sebuah masjid di Perlis sebelumnya. Lebih empat ribu anak muda datang hanya untuk mendengarnya.

Acaranya seolah mengalahkan ustaz, padahal ia hanya seorang musisi yang baru berhijrah dari pentas hiburan yang melalaikan ke pentas dakwah.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Bila ditanya, bagaimana penghijrahan ini bisa terjadi? Sham menjawab ringkas; bahwa ini berkat doa ibunya yang tak henti mendoakan agar ia berubah suatu hari nanti.

“Dulu saya shalat setahun sekali. Doanya pun minta murah rezeki dan panjang umur. Berdoa mau untung di dunia saja. Itu dulu, bagaimanapun kini setelah berubah, saya bersyukur dapat melihat dan merasakan sedikit manisnya iman,” ungkapnya.

Banyak teman Sham yang senang dengan perobahan ini, tapi tidak sedikit yang sebaliknya, bahkan mereka mengatakan perubahan hidup Sham itu hanya sekejap saja, hari ini pakai kopiah, setelah itu campakkan kopiah dan kembali ke pentas rock.

Selanjutnya Sham mengatakan bahwa, hiburan seperti bermain gitar bisa dijadikan medium dakwah.

“Kita bermain musik dalam konteks untuk mendekatkan diri dengan Islam. Sebagai contoh, saya pernah diundang ke sebuah masjid di Kangar, Perlis untuk berbagi pengalaman tentang hijrah saya. Ada empat ribu orang hadir terutama generasi muda. Jadi apa yang kita lakukan dapat mendorong orang muda terutama yang tak pernah menginjakkan kaki ke masjid, kemudian ke masjid. Itu merupakan satu kesuksesan,” ujarnya.

Sham mengutip tokoh ilmuwan Islam Al-Farabi yang juga bermain gambus, bahkan dengan alunan musik yang dimainkan itu mampu meneteskan air mata bagi pendengarnya.

“Tatkala Al-Farabi memetik gambusnya, banyak orang meneteskan air mata. Jika Allah mengizinkan, saya juga ingin sepertinya,” katanya lagi.

Sebelum ini, Sham membuat kejutan saat mengeluarkan pernyataan melalui situs Facebook miliknya menjelaskan ingin berhenti dari dunia hiburan jika dikurniakan rezeki dalam bidang lain.

“Saya sudah bicara dengan beberapa ulama terkait dengan pekerjaan dalam bidang ini (musik), kata mereka selagi tidak melanggar hukum syar’i, tak mengapa,” katanya.

Namun perobahan benar-benar terjadi ketika ia datang ke Tanah Suci.

“Hati saya mulai terbuka saat Allah telah mempertemukan saya dengan Imam Satu Masjidil Haram, Syeikh Abdulrahman As Sudais. Saya sengaja keliling kawasan masjidil Haram untuk menemui beliau dan alhamdulillah akhirnya bisa bertemu.

Banyak orang bilang susah bagi orang biasa untuk menemui imam besar itu. Sejak itulah saya percaya ada hikmah tersembunyi yang Allah akan berikan kepada saya. Syukur, akhirnya saya mendapat hidayah dan petunjuk dari-Nya. Sekurang-kurangnya saya tidak lagi hanyut dengan hal yang melalaikan,” tuturnya.

“Kelantan menjadi negeri tempat saya meluahkan isi hati nurani paling dalam tentang perjalanan hidup saya sesudah mendapat kemanisan iman, kerana bagi saya, negeri ini sangat cocok dengan saya,” tuturnya.*/Nur Aminah Rossem, Malaysia

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya BMH adakan BDUG bersama Gubernur Termuda
Tulisan selanjutnya Ulama Mesir Bantah Bolehkan Visualisasi Cucu Rasulullah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT

Berita
28 Mei 2026 19:41
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?