Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Pegang Teguhlah Islam dan Jangan Sampai Terlepas

Ahmad
Terakhir diupdate: 22 September 2017 09:43 9:43 am
Ahmad
Dipublikasikan 22 September 2017 10:15
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

AKU tumbuh dari keluarga sederhana, tetapi masa kecilku penuh dengan kebahagiaan. Orangtuaku selalu mendidikku untuk taat beribadah.  Tetapi, kala tamat SMA aku harus meninggalkan keluarga. Saat itulah aku mulai jarang dapat nasehat dan mulai sering tidak shalat.

Karena ingin cepat lulus, aku mencari teman yang kuanggap bisa memotivasiku rajin belajar. Saat itulah aku mulai berkenalan dengan mahasiswa yang menurutku cerdas. Aku menyukainya, hingga aku menikah dengannya, meski ia beda agama denganku.

Banyak teman sudah menasehatiku, tapi aku tidak pernah mempedulikannya. Semua itu kulakukan karena obsesi hidupku sendiri. Tetapi, dari sinilah awal kehancuran hidupku dimulai.

Aku dan Anakku Diajak Pindah Agama

Di saat keadaan ekonomi rumah tangga sudah baik dan aku sangat mempercayai suami, di situ pula rumah tangga kami mulai diuji. Diam-diam suami mulai menarikku masuk agamanya.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Ia mengajakku mengikuti arisan sukunya, jalan-jalan ke Pura, mengajariku membuat sesajen setiap Bulan Mati dan Bulan Purnama.

Hati saya makin terkoyak tatkala anakku diajak sembangyang ke Pura. Bahkan bapaknya selalu memaksa anakku memakan daging haram, yakni daging Babi.

Baca: Ahli Ibadah yang Murtad

Hari-hari selanjutnya ia lebih berani. Ia menyuruhku ikut agamanya atau pulang kampung bersama anak-anak. Sementara ia akan tetap tinggal bersama anak laki-lakiku. Kontan saja aku menolak.

Aku ibarat terkubur hidup-hidup.Suamiku hanya ingin aku meninggalkan Islam. Di sisi lain aku bingung. Keluarga sudah kutinggalkan dan shalat sering kulupakan. Apalagi baca al-Qur’an.

Betul-betul aku kehilangan kendali terutama ilmu agama.

Spirit imanku kian hari kian habis karena memang tidak pernah ditambah. Aku terbuai obsesi keduniaanku. Beruntung hati kecilku tak pernah berpaling dari Islam. Mungkin ini adalah hasil didikan orangtua dan doa mereka.

Aku selalu ingat satu pesan orangtua padaku, “Jaga agamamu, untuk apa punya harta jika agama dilepas.”

Nasehat itu seperti terpatri dalam sanubariku. Meskipun aku tergolong wanita yang penurut, tapi dalam memegang prinsip aku sangat keras. Mungkin itulah yang membuatku tidak terpengaruh oleh segala macam makar suami.

Rencana Allah

Di tengah-tengah menghadapi masalah rumit itu, Allah memberiku rezeki berupa kehamilan. Di sisi lain,  ada masalah baru, tiba-tiba teman dekatku cemburu. Ia menuduhku selingkuh dengan suaminya. Aku semakin kacau, galau dan bingung. Tapi mungkin itulah yang menggerakkan hatiku untuk mulai membuka al-Qur’an.

Akhirnya, muncullah niat untuk belajar tentang Islam dan aku mulai mencari orang-orang yang mengerti Islam. Sekarang betapa baru aku menyadari kalau ada niat yang tulus InsyaAllah akan diberi jalan oleh Allah.

Di saat kondisi saya labil dan sedang hamil, suamiku semakin berulah. Akhirnya aku mengambil keputusan untuk bercerai.Tapi itu bukan akhir dari segala masalah karena kami harus memperebutkan anak-anak yang tak bersalah terutama agamanya.

Tapi akhirnya Allah mengabulkan doaku.Anak laki-lakiku jadi muallaf dan pengadilan memutuskan semua anak di bawah pengasuhanku. Subhanallah Walhamdulillah Allahu Akbar!

Baca: 10 Orang yang Darahnya Dihalalkan Rasulullah

Tapi masalahku juga belum selesai.  Datang lagi suamiku memasang strategi mengajak rujuk. Ia bahkan mengatakan mau masuk Islam. Tapi aku tidak mau percaya begitu saja dengan mengatakan aku akan menikah dengan laki-laki yang beragama Islam.

Karena ia tetap menolak dan tetap pada pendirian pada agamanya,  saya memutuskan hubungan dengannya dan mengakhiri kisah kelam dalam hidupku.

Kisah ini ingin kuceritakan pada kalian (khususnya yang belum menikah), jangan pernah memilih pasangan hidup yang tidak sekeyakinan!

Selain itu, nikah berbeda agama sungguh tidak diridhoi oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Karena itu, cepat atau lambat pasti akan menemui masalah serius, rumit dan berbelit-belit.

Yakinilah Islam ini sebagai satu-satunya jalan hidup dangan jangan pernah dilepas. Bacalah al-Qur’an dengan sepenuh hati, dirikan shalat dan jangan enggan menambah ilmu agama.

Terakhir, dukunglah gerakan dakwah Islamiyah di tanah air ini sebisa kita, karena boleh jadi, mereka yang tidak tersentuh dakwah ini akan mengalami nasib yang sama dengan sepenggal kisah kelam dalam hidupku.*/diceritakan Habzah, diambil dari Majalah MULIA

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:agamababiislamKeluar dari Islammurtadnikah beda agamaPindah Agamapurasesajen
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 433 Warga Sipil Sudah Terbunuh oleh Koalisi Pimpinan Amerika di Raqqa
Tulisan selanjutnya Wasekjen PKS: Jangan Lupakan Sejarah Kelam 1965

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?