Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Dua Anaknya Lumpuh, Menganggapnya Hadiah (2-habis)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2017 17:10 5:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2017 17:10
Bagikan
ILUSTRASI
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

SEIRING berjalannya waktu, Rini semakin sadar, kedua anaknya hanyalah titipan dari Sang Khalik. Rini juga makin percaya, jika hamba-Nya selalu berusaha sekuat tenaga, pasti Allah juga memberikan yang terbaik. Rini mulai yakin dan bersangka baik kepada Allah.

Dengan bermodalkan husnuzhan pada Allah, perlahan dan pasti Rini mulai bangkit dari putus asa dan mulai tawakal. ”Saya mempunyai keyakinan sangat kuat, Allah pasti akan memberi hadiah bagi orang-orang yang ingin berusaha keras. Keyakinan itulah yang membuat saya tidak pernah menyerah dalam merawat anak-anak,” kata Rini bersemangat.

Peran besar suami dan anak sulungnya dalam membantu Rini setiap hari, membuat ia makin kuat merawat Cahya dan Nelta. Berkat dukungan keduanya itu, Rini bertekad tidak akan pernah menitipkan Cahya dan Nelta ke yayasan walau dalam kondisi sesulit apa pun.

Menurut Rini, kesembuhan bagi Cahya dan Nelta hanya bisa dilakukan dengan sesering mungkin mendampingi keduanya. Lantaran ingin selalu bersama anaknya, Rini menolak tawaran untuk kerja kantoran dengan gaji yang menggiurkan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Ia  lebih memilih mengajar privat dibanding kerja dengan jam kantor. “Karena bagi saya pertumbuhan Cahya dan Nelta lebih penting,” ujar Rini.

Baca: Agar Tetap Tersenyum di Kala Sakit

Bahkan beberapa bulan lalu, sang suami, Tasik, rela mengambil cuti dua tahun tanpa tanggungan pemerintah. Dengan kata lain, Tasik berhenti bekerja untuk sementara tanpa mendapat gaji.

“Tahun 2010 lalu suami cuti besar tiga bulan. Saat itu, kami merasa perkembangan Cahya dan Nelta mengalami peningkatan. Dari situlah kami berinisiatif, agar suami cuti dua tahun,” kata Rini yang sekarang mengandalkan penghasilan dari mengajar privat matematika.

Kini, Rini dan suaminya bisa merasakan hasil kerja keras mereka. Alhamdulillah, kondisi kedua anaknya berangsur membaik.

Baca: Ridha Allah pada Orang yang Ridha pada Cobaan

Rini tak kenal lelah melatih Cahya dan Nelta dengan cara apa pun. Termasuk melatih anaknya berjalan, bicara, dan bersosialisasi dengan lingkungan. Ia juga tidak peduli dengan intimidasi yang pernah didapatkan dari lingkungannya.

“Cahya dan Nelta saya terapi sendiri untuk bicara dan jalan. Alhamdulillah, umur lima tahun Cahya sudah bisa jalan sedangkan Nelta umur tiga tahun,” kata Rini seraya bertasbih mensucikan Allah. Sejak Cahya dan Nelta mulai bisa berjalan, Rini mempunyai terapi alami yang menurutnya cukup berhasil meningkatkan perkembangan kesehatan kedua buah hatinya. Ia sering mengajak kedua anaknya pergi keluar, ke alam bebas.

Laut, hutan, dan gunung merupakan tempat favorit bagi Cahya dan Nelta. “Kadang seminggu bisa dua kali kami pergi keluar. Mereka butuh sekali ke alam, menghirup udara segar. Itu terapi yang alami dan menyehatkan,” katanya sambil menatap kedua anaknya tersebut.

Jika nantinya Cahya dan Nelta tidak bisa normal seperti anak sehat pada umumya, Rini mengaku tidak akan berkecil hati. Ia berjanji akan selalu bersyukur kepada Allah dengan apa yang terjadi pada kedua anaknya.

Di sisi lain, Rini juga realistis terhadap kesembuhan anak-anaknya. Sejelek apa pun kondisi mereka, ia menganggap itulah keadaan normal yang bisa dicapai. “Cahya sudah bisa jalan saja bagi saya sudah merupakan hal yang luar biasa dan harus saya syukuri. Nelta sekarang sudah sehat pun juga merupakan hadiah besar bagi kami,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cobaanhadiahistighfarlumpuhmogok shalatmusibahujian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gelar Lomba Baca Kitab Kuning, PKS: Kokohkan Aqidah Ahlussunnah Waljamaah
Tulisan selanjutnya Penyelesaian Sengketa Pembangunan Masjid, PP Muhammadiyah: Tangung Jawab Pemda Bireuen

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?