Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Balada Pak Maksum dan Sepeda Motor Bututnya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Juli 2016 19:15 7:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Juli 2016 18:00
Bagikan
Dia sangat bahagia, dengan roda duanya bisa mengantar istri dan anak-anak pergi-pulang pengajian dan sekolah.
Bagikan

SUATU malam pada Selasa, 19 Juli 2016. Para santri dan pengasuh Ma’had Tahfidz Quran Darul Hijrah, Surabaya, Jawa Timur, sudah akan beristirahat. Tiba-tiba datang serombongan pemuda dengan tergopoh gopoh.

“Pak, (di sini) ada santri baru bernama Rahmatullah dari Blitar?” tanya salah satu dari pemuda tersebut.

“Ada, Mas. Ada yang bisa dibantu?” jawab seorang pengasuh Darul Hijrah sambil bertanya balik.

“Ini ada bapaknya sedang mencari-cari.”

Subhanallah, setelah dilihat keluar, tampak sesosok bapak tua berbaju taqwa,  bersongkok putih, dan bersandal jepit. Ia terlihat kelelahan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Usut punya usut, ternyata Pak Maksum, nama orangtua itu, berangkat dari Blitar bermaksud mengantar putranya ke Darul Hijrah. Tapi ia ketinggalan kereta dan sang putra sudah berangkat duluan dengan gurunya.

Akhirnya, Pak Maksum nekat berangkat sendiri dengan sepeda motor tuanya. Roda dua ini begitu memprihatinkan. Tanpa lampu, joknya berupa tumpukan karpet bekas yang diikat karen bekas ban, pun tidak ada plat nomor polisinya.

Sepeda motor itu pun tidak jelas mereknya apa dan produksi tahun berapa. Di bagian belakangnya, ada tas yang diikat serta plastik hitam putih berisi air minum dan bekal apa adanya.

Dalam perjalanannya ratusan kilometer menuju ma’had tahfidz itu, Pak Maksum bertanya ke sana ke mari.

Tapi tidak kunjung ketemu karena ia agak lupa nama pesantren ini. Lokasi pastinya juga ia belum tahu. Sementara daya baterai HP-nya sudah habis dan sepeda motornya mogok.

Akhirnya, bertemulah orangtua itu dengan sekumpulan pemuda baik tersebut. Mereka langsung berusaha membantu Pak Maksum. Ada yang memperbaiki motornya, men-charge HP-nya, mencarikan makan-minum, membuka internet untuk mencari tujuannya, memberikan uang, sampai mengantarnya ke Darul Hijrah.

Subhanallah! Luar biasa tekad dan mujahadah Pak Maksum untuk  memastikan putranya bisa belajar menghafal al-Qur’an. Luar biasa pula kebaikan para pemuda itu.

Pak Maksum (kanan) dan sepeda motor bututnya.
Pak Maksum (kanan) dan sepeda motor bututnya.

Sepeda Pancal

Pekerjaan Pak Maksum di kampungnya adalah mengumpulkan barang bekas dengan modal sepeda motor bututnya. Umurnya 52 tahun, tapi tampak lebih tua, mungkin karena beratnya pekerjaannya.

Sebenarnya sudah biasa dia berjalan jauh. Bahkan mengayuh sepeda pancal dari Blitar ke Malang dan Surabaya sambil membonceng putranya untuk mengaji.

Ketika ditanya, “Apa tidak khawatir naik sepeda motor tanpa lampu malam-malam?”

Dia menjawab, “Alhamdulillah, sudah biasa, yang penting berusaha untuk tidak menabrak dan ditabrak.”

Dia sangat bahagia dengan sepeda motornya karena bisa mengantar istri dan anak-anaknya pergi-pulang pengajian atau ke sekolah menimba ilmu. Tidak ada rasa gengsi atau malu yang seringkali menghalangi orang untuk bersyukur.

Ternyata, banyak orang unik dan luar biasa semangat hidup dan cita-citanya. Seolah menampar orang-orang yang suka mengeluhkan kehidupannya, padahal sudah ada fasilitas hidup yang luar biasa dibandingkan Pak Maksum ini.

Juga masih banyak orang baik seperti para pemuda di atas. Orang-orang dengan niat baik insya Allah akan ditolong Allah melalui orang-orang yang baik juga.

Ini adalah kisah inspiratif di hari pertama saya mengantar anak bersekolah di Darul Hijrah, Jl Kejawan Putih Tambak, Mulyorejo, Surabaya.* Abdul Ghofar Abu Yasin, warga Balikpapan, Kalimantan Timur, warga Balikpapan, Kalimantan Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:antar anak ke sekolahbersahajabersyukurhidup sederhanaPendidikanpesantren tahfidzSurabayawong cilik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Wagub DKI: Ahok Tidak Bersih dan Tidak Jujur
Tulisan selanjutnya Gelar Kongres Pertama, GIB Tegaskan Pentingnya Adab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?