Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Salak Haram Berganti Dua Salak Halal

Ahmad
Terakhir diupdate: 4 Februari 2019 08:20 8:20 am
Ahmad
Dipublikasikan 4 Februari 2019 08:20
Bagikan
Bagikan

SEPERTI biasa. Sore itu, istri saya mengantar putri sulung kami (4 tahun) pergi ke tempat mengaji.

Jaraknya dengan tempat tinggal lumayan jauh. Lebih dari 2 KM. Berangkat setelah Ashar, dan pulang sekitar jam 5 sore.

Ketika sampai rumah, istri ‘melaporkan’ satu kejadian di tengah jalan.

“Ayah, tadi bunda menemukan buah di jalan. Satu salak, dan satu pisang,” ceritanya.

“Terus…,” ujarku.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Bunda ambil. Itu, masih ada di jok motor.”

“Kok diambil? Kan nggak jelas statusnya? Busa haram itu!” Ujarku.

“Iya. Bunda juga tahu. Tapi, kalau dibiarkan kasihan. Makanan kok dibiarkan begitu aja di jalan. Kan mubadzir.”

“Lalu, buah itu mau bunda berikan ke anak-anak? Makan barang haram dong merek?”

“Ya enggak, lah. Bunda juga takut.”

“Lha, terus mau diapakan?”

“Nggak tahu!” Jawabnya polos. Aku pun mengeritkan jidat, mendengar jawabannya.

Tapi ada satu kesepakatannya; bahwa buah itu tidak akan dimakan. Sebab hukumnya tidak jelas. Alias subhat. Bila terjun bebas ke perkara ini, berpotensi masuk ke ranah haram.

Begitulah sabda Nabi, yangb tertuang dalam salah satu hadits, yang termaktub dalam Hadits al-Arba’in, karangan Imam Nawawi.

Tuntunan Nabi Muhammad ﷺ, jauhi. Tinggalkan. Maka itu akan menjaga kemuliaan diri.

Setelah berpikir sejenak, al-Hamdulillah mencuat ide.

“Ya udah, taruh saja di atas genteng,” usulku.

Lho, kok bisa!

Ya. Bertepatan rumah yang kami tinggali berada di samping hutan jati. Pas di samping rumah, ada pohon kares. Daun-dau dan buah-buahnya menyentuh ke genteng.

Setiap hari, tupai pasti berkunjung menvari makanan. Naik-naik ke atas genteng.

Pikirku, buah itu kelak akan dimakan oleh tupai. Jadi tidak mubadzir. Dimakan oleh makhluk Allah yang lain.

Di sisi lainnya, anggota keluarga  bisa diselamatkan dari barang-barang yang mengandung unsur subhat.

Karena hari sudah mulai gelap, akhirnya istri merencanakan keesokan hari, baru akan meletakkan buah-buah itu di atas genteng.

Baca: Allah ‘Utus’ Tikus Menyelamatkan Keluargaku

Ganti yang Halal

Keesokan sorenya, istri sudah siap-siap mengantar. Bunyi sepeda metic telah mengaung.

“Innaa lillah, lupa!” ujar istri, sambil kembali masuk ke teras rumah.

“Ada apa Bunda?” Tanyaku.

“Ini lho, yah. Buah kemarin. Lupa ditaruh di atas genteng ujarnya.”

Ia pun meletakkannya, kemudian kembali keluar, menghidupkan motor, dan pergi ke tempat mengaji.

Nah, ketika pulang dari mengaji inilah, kedua mata menyorot ‘buah tangan’ yang ditenteng oleh buah hati.

“Apa itu saya?” Tanyaku lembut, sambil memgarahkan pandangan ke plastik bercorak bening, yang menggantung di tangan kanannya.

“Buah!” Jawabnya singkat, dengan nada agas kekanakannya.

“Tadi lho, yah,” sambung istri yang baru masuk rumah.

“Ada wali murid yang bawa buah-buahan ke tempat ngaji. Dibagi-bagikan.”

“Dan ini, dapat dua salak dan satu buah naga.”

Mendengar penjelasan istri, spontanitas aku berucap hamdalah dan hauqalah;

“Al-Hamdulillah. Laa hau laa wa laa quwwata illa billah!”

“Inilah sedikit bukti yang Allah tunjukkan kepada kita,” mataku kepada istri.

“Maksudnya, apa ayah?” Tanyanya. Nampak belum menangkap arah pembicaraan.

Baca:  Di Mana Ada Perjuangan, Di Situ Ada Pertolongan

“Tadi itu, kita sepakat meninggalkan buah-buah subhat, karena takut azab Allah.”

“Dan kini, Allah ganti buah itu, dengan yang halal. Lebih banyak lagi. Dari satu buah salak, menjadi dua. Dari satu buah pisang yang kecil, menjadi buah naga yang besar.”

Terngiang sebuah hadits, riwayat Ahmad yang berbunyi; “Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu, dengan yang lebih baik.”

Mensyukuri rezeki halal itu, kami pun berbagi sedikit demi sedikit, dan memakannya.

“Bismilllah….”

Nyamm…nyamm…nyammm…

Semoga berkah. Aamiin.*

Sebagaimana yang dikisahkan Abu Kamila, kepada Khairul Hibri

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halalharamrezekisalaksubhat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hindari Memilih Pemimpin Berwatak Kekanakan
Tulisan selanjutnya Imanmu Juga Tampak dari Siapa Sahabatmu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?