Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Muslim Bertambah, Tapi Masjid Justru Kurang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Maret 2012 08:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Di suatu hari yang dingin di bulan Maret, ribuan umat Muslim melakukan sholat Jumat di luar masjid tertua di jalan Bolshaya Tatarskaya pusat kota Moskow. Mereka melaksanakan sholat di jalanan yang tertutup salju.

Suara klakson mobil terdengar di jalan tersebut dan masyarakat lokal berupaya untuk melintasi jalur tersebut.

Pemandangan yang sama terjadi di seluruh masjid yang ada di Moskow yang berjumlah empat buah, ketika puluhan ribu umat Muslim melaksanakan sholat Jumat.

Lebih dari dua juta Muslim saat ini tinggal dan bekerja di Moskow. Dan menjadi salah satu negara dengan komunitas muslim terbesar di Eropa dan tak lagi dapat ditampung masjid yang ada di kota tersebut.

Para Muslim yang sebagian besar adalah pemuda imigran dari negara bekas Uni Soviet, Asia Tengah dan Kaukakus.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Kemiskinan dan konflik memaksa mereka untuk mengadu nasib di Rusia, mereka sebagian besar berasal dari Uzbekistan, Tajikistan dan Kirgistan yang bekerja dan mendapatkan tempat tinggal baru di Moskow.

“Ada banyak sekali dari (negara) kami,” kata Ulugbek, seorang migran dari Uzbekistan. “Kami harus bersyukur bahwa ada masjid di Moskow. Kota yang tidak disiapkan dengan kedatangan jutaan dari kami yang secara tiba-tiba,” ujarnya dikutip BBC, Kamis (22/03/2012).

Tetapi yang lain berpikir bahwa otoritas mengabaikan kebutuhan penduduk Muslim.

Hasan Fakhritdinov, imam masjid bersejarah di Moskow, mengatakan bahwa fasilitas yang ada tidak cukup.

“Kami meminta kepada otoritas untuk mengijinkan kami membangun masjid baru, tetapi mereka mengabaikan keinginan kami,” kata dia. “Sekarang orang harus sholat di luar di tengah hujan atau salju.”

Masjid Tatar yang merupakan tertua di Moskow sudah berubah menjadi bangunan baru. Tetapi meski demikian tetap tidak dapat menampung orang yang beribadah.

“Moskow-abad”

Pendapat masyarakat di Moskow akan kebutuhan masjid untuk penduduk Muslim pun terpecah.

“Moskow berkembang dan itu menarik lebih banyak migran yang menjadi Muslim,” seperti disampaikan dua perempuan muda yang berjalan dekat masjid tua.”Rusia membangun gereja dan tidak boleh seorang pun menghentikan Muslim untuk membangun masjid mereka”.

Tetapi warga lainnya khawatir jika terlalu banyak pendatang akan mengubah budaya dan gaya hidup Rusia.

“Orang melontarkan gurauan Moskow telah menjadi Moskow-abad,” kata Yuri Gorsky, seorang aktivis dari kelompok nasionalis Russovet, yang meminta kedatangan imigran diperketat.

“Saat ini tidak banyak wajah Slavik yang anda lihat di jalanan. Saya tidak keberatan imigran dari negara Slavik tetapi kita harus menyetop Muslim ini.”

Dulu pernah terjadi serangan xenophobia (ketakutan terhadap orang asing) terhadap imigran muslim di Rusia, tetapi jumlah itu menurun secara drastis selama beberapa tahun terakhir.

Kelompok HAM Rusia, Sova Center melaporkan tujuh orang tewas dan 28 lain terluka akibat serangan pada tahun 2011, sementara pada tahun 2008 jumlah korban tewas mencapai 57 dan 196 mengalami luka pada 2008.

Kota Samosa

Samosa yang berasal dari Asia Tengah menjadi makanan yang populer di Moskow.

Banyaknya jumlah imigran di Moskow, juga memberikan perubahan dan pekerjaan baru.

Sejumlah toko Halal dan cafe dibuka di sejumlah wilayah di kota tersebut, dari restoran mahal dimana anda dapat menghabiskan US$200 untuk makan siang, sampai toko yang menjual makanan murah untuk dibawa pulang.

Penjualan panganan khas Asia Tengah juga marak, seperti roti dan samosa.

Samosa halal menjadi makanan yang populer di Moskow. Tetapi bukan hanya makanan halal dan masjid yang penuh yang menunjukan kehadiran Islam disana.

Kehidupan masyarakat di ibukota Rusia pun berubah.

Zarif, yang berasal dari Tajikistan, dan istrinya yang orang Rusia Yelena tinggal di sebuah apartemen tanpa kamar di bagian utara Moskow.

Seperti keluarga lainnya, keduanya memiliki pekerjaan dan berupaya untuk pindah ke tempat tinggal yang lebih besar.

Zarif yang Muslim dan Yelena yang berasal dari keluarga Kristen Ortodoks, mengatakan awalnya pernikahan mereka sulit untuk mendapatkan dukungan, tetapi sekarang semua sudah berubah.

Muslim meningkat

Jumlah orang Rusia yang menganut Islam pun meningkat, di antara mereka adalah Ali Vyacheslav Polosin, mantan pendeta Ortodok dan politisi.

Dia merupakan salah seorang yang berada di garis depan dalam mengkampanyekan agar Hari Natal Ortodok menjadi hari libur nasional di Rusia.

Tetapi 12 tahun yang lalu, dia pindah agama dan sekarang menjalankan pusat dukungan Muslim di Moskow, mengajar dan memberikan nasihat kepada orang Rusia yang baru menganut Islam atau Mualaf.

Ayesha Larisa, yang bekerja untuk pusat dukungan itu, mengatakan telah memiliki anggota sebanyak 10.000 orang perempuan mualaf.

“Mereka butuh bantuan dan nasihat kami,” kata Ayesha. “Kami mengajari mereka cara beribadah, atau membantu mereka jika memiliki masalah dengan anggota keluarganya.”

Islam menjadi agama terbesar kedua di Rusia, tetapi tidak pernah terlihat di Moskow seperti saat ini.

Kondisi itu tampaknya akan berkembang, karena penduduk Rusia semakin terlihat sedikit dengan meningkatnya imigran dari negara Muslim bekas Uni Soviet.

Mereka datang dan membawa budaya, tradisi dan keyakinannya. Kasus banyaknya orang memiliih Islam juga terjadi di Inggris. Bahkan para wanita sudah berbodong-bondong memakai jilbab.*

Keterangan: Jumlah masjid yang kurang menyebabkan Muslim di Moskow melakukan Sholat Jumat di jalanan saat turun salju/BBC

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Media Islamold migraterusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kurang Kelembaban Taj Mahal Ambles
Tulisan selanjutnya Karena Anak Perlu Sentuhan Jiwa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?