Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

“Sebentar, Ustadz, daripada Rumah Tangga Saya Berantakan!”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 23 November 2013 08:24 8:24 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 23 November 2013 08:24
Bagikan
Ustadz Abdullah Ihsan di Masjid Ummul Quraa
Bagikan

ABDULLAH Ihsan kaget. Seorang jamaahnya menelepon, mengajaknya bertemu. Sebenarnya tak ada yang aneh. Dai yang aktif berdakwah di Pulau Dewata, Bali, ini memang sering ditelepon jamaahnya.

Namun saat itu, yang meneleponnya seorang wanita. Ihsan diminta mendatanginya di rumah si penelepon. Dia mengaku sedang ditinggal suami.

“Suami saya lagi ke Surabaya,” ujar wanita tersebut.

Justru di situ masalahnya, Ihsan menolak ke rumah jamaah tersebut lantaran suaminya sedang tak ada. Si penelepon pun mengatakan jika dia tidak sendiri, tapi ditemani kakaknya yang juga wanita.

Tetap saja Ihsan enggan. Lantas dia jelaskan, kedatangannya ke rumah wanita itu tidak boleh dan tidak pantas karena tanpa muhrim.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

“Kalau mau datang ke pondok, silahkan!” ujar pengurus Pesantren Hidayatullah, Jalan Pemogan, Gang Taman, Denpasar Selatan, ini kepada jamaah tersebut. Baru wanita tadi paham.

Kisah di atas diceritakan Ihsan saat berbagi pengalamannya di depan ratusan  jamaah shalat Shubuh Masjid Ummul Quraa, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Sabtu, 19 Muharram 1435 H (23/11/2013).

Sebagai seorang dai, Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Hidayatullah ini mengaku kerap dijadikan tempat curhat para jamaahnya. Baik melalui telepon maupun yang langsung menyambanginya.

Mereka curhat bukan persoalan harta, tapi persoalan orientasi hidup yang salah. Yang membuat Ihsan mengelus dada, rata-rata jamaah yang curhat padanya tergolong kalangan berpunya.

“Beberapa hari ini (banyak) tamu datang ke pondok itu, rintihan dan keluhannya bukan karena kurangnya fasilitas, bukan karena kurang lancar rezeki. Tapi rata-rata karena masalah risaunya hidup itu, gara-gara melanggar aturan-aturan Allah,” ujarnya dari atas mimbar.

Pernah pula suatu ketika, tutur Ihsan, dia hendak pergi mengisi sebuah pengajian. Baru akan berangkat, tahu-tahu dia ditelepon oleh jamaah lain, juga seorang Muslimah. Kepadanya, jamaah tersebut curhat masalah pribadinya.

“(Dia) orang kaya, jamaah, mau berangkat pengajian (saya) ditelepon, ‘Ustadz, (waktunya) sebentar ustadz, daripada rumah tangga saya berantakan’,” tuturnya menirukan penelepon.

Wanita itu bercerita kepada Ihsan, dia dan suaminya telah berumahtangga selama 7 tahun. Mereka baru dikaruniai anak pada usia 4 tahun pernikahan. Namun, rupanya suaminya punya kelainan seksual, yaitu homoseks. Suaminya menjalin cinta dengan seorang lelaki.

Yang membuat Ihsan tambah miris ketika wanita itu ternyata seorang penyuka sesama jenis juga. Jamaahnya itu mengaku, dia tidak cemburu jika saja suaminya selingkuh dengan wanita lain.

“Saya tidak cemburu sebagai sesama wanita, tapi cemburu karena laki sama laki,” ujar penelepon seperti ditirukan Ihsan.

Orientasi Hidup

Dari fenomena itu, Ihsan kerap berpesan kepada para jamaahnya untuk selalu menjaga orientasi hidup. Di masa kini, kerisauan hidup umat sudah luar biasa.

“Maka kita luruskan orientasi ini untuk Allah ta’ala,” pesannya.

Orientasi itu, kata dia, harus terus dijaga setiap pribadi Muslim-Muslimah, tak terkecuali seorang aktivis dakwah.

Seringnya dia menerima telepon dari para jamaah terutama wanita, secara pribadi dia anggap sebagai ujian keimanan.

“(Pernah) ditelepon malam-malam, (padahal) bukan saya orang yang bisa mengobati. Lagi di jalan ada yang sapa, ‘Ustaadzz!’. Ujian iman semakin kuat. Kalau kita nggak kuat, bisa cemburu istri,” ungkap pria 53 tahun ini sembari tertawa ringan.

Menurutnya, jika tidak kuat menjaga orientasi dakwah, seorang dai pun dikhawatirkan terganggu kondusifitas keluarganya. Maka seorang Muslim harus menguasai dunia, jangan sampai diperbudak oleh dunia.

“Kita akan merasakan nikmatnya hidup di dunia ini bilamana kita tahu tentang makna hidup. Dan memahami terhadap tujuan Allah menghidupkan kita. Kalau kita tidak tahu terhadap tujuan Allah menghadirkan kita di muka bumi ini, maka kita akan dikuasai dunia ini, bukan kita yang menguasai dunia,” pesannya.

Menurutnya, 2 hal yang mesti dipenuhi dengan baik oleh orang Islam. Yang pertama sebagai Khalifatullah, Khalifah Allah.  Yang kedua sebagai ‘Abdullah, hamba Allah, di muka bumi.

Di antara cara menjaga kedua fungsi tersebut, pesan Ihsan, yaitu dengan menjaga amalan sehari-hari. Termasuk ibadah sunnah seperti tahajud.

“Bilamana orientasi hidup kita belum lurus sesui dengan kehendak Allah, sungguh kita masih belum jauh berbeda dengan saudara-saudara kita yang akan kita berikan pencerahan,” tandasnya.

Kepada para santri Hidayatullah Depok pun, dia meyakini mereka akan menjadi generasi yang mampu memadukan antara tugas “khalifah” dan tugas “abdullah”.

“Saya optimis. Yakin! Selama kita jadi orangtua betul-betul mengorientasi hidup (untuk Allah. Red),” pungkas pria ramah senyum ini.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya “Deklarasi Bogor yang Penuh Makna”
Tulisan selanjutnya Seminar “Refleksi Spirit Perjuangan Partai Masjumi Di Indonesia”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?